KUKAR – Pemerintah Kecamatan Loa Janan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui strategi kolaborasi yang melibatkan komunitas lokal sebagai mitra utama. Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menyebut bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut Heri, pihaknya menjalin komunikasi intensif dengan Komite Ekonomi Kreatif Kecamatan untuk mengidentifikasi potensi, memperluas jejaring pelaku usaha, serta memastikan keberlanjutan program. Forum Group Discussion (FGD) pun rutin diadakan untuk memperkuat subsektor dan membuka peluang kolaborasi baru.
Loa Janan dinilai memiliki modal besar di bidang ekonomi kreatif, terutama pada sektor seni pertunjukan yang hampir merata di seluruh desa, serta seni rupa yang menunjukkan kemajuan pesat.
“Kami melihat perkembangan signifikan, seperti karya airbrush pada kendaraan yang kini mulai populer, dibanding sebelumnya yang hanya fokus pada mural. Antusiasme para komunitas dalam menampilkan kreativitas di panggung utama juga patut diapresiasi,” ujarnya.
Heri menggarisbawahi bahwa kreativitas adalah pondasi membangun ekonomi adaptif yang siap menghadapi tantangan masa depan. Sinergi dengan Dinas Pariwisata Kukar pun berjalan baik, bahkan tahun ini pelaksanaan festival diserahkan langsung kepada komunitas kreatif setempat.
“Harapannya, tiap desa dapat memiliki ruang berkarya yang lebih luas dan terlibat aktif dalam kegiatan kreatif. Minimal, kami ingin ada satu agenda berskala kecamatan setiap tahun untuk mendorong sektor ini,” tambahnya.
Ia mencontohkan pelaksanaan festival yang dibuka bersamaan dengan tradisi Grebeg Suro, sebagai bukti bahwa budaya lokal dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Pelestarian budaya menurutnya adalah warisan berharga sekaligus modal menuju masa depan.
Dengan langkah kolaboratif ini, Kecamatan Loa Janan menargetkan diri menjadi model pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan sukses di Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv)





