UMKM Kukar Tembus Pasar Internasional, Produk Lokal Diminati Asia hingga Eropa

Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi UKM Kukar, Fathul Alamin. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas jangkauan pasar hingga mancanegara. Sejumlah produk unggulan daerah, mulai dari olahan ikan, serabut kelapa, lidi lipa, hingga serat daun nanas, kini telah merambah ke berbagai negara di Asia bahkan Eropa.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa sektor perikanan masih menjadi andalan utama ekspor. Kerupuk amplang berbahan ikan lokal, misalnya, telah berhasil dipasarkan di sejumlah negara Asia Tenggara.

Baca Juga  Satpol PP Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Ketertiban Umum di Bulan Ramadhan

Selain itu, sambal khas Kukar yang diolah dari cabai lokal juga berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura. Sementara itu, kerajinan berbahan alami seperti lidi lipa dan serabut kelapa justru mendapat perhatian dari pembeli di Eropa.

“Mayoritas pelaku UMKM ini sudah mandiri, bahkan telah memiliki jaringan ekspor sendiri,” ujar Fathul, Sabtu (09/8/2025).

Melihat peluang tersebut, Pemkab Kukar melalui Diskop UKM berencana menggelar program business matching secara berkala mulai 2025 hingga lima tahun ke depan. Program ini akan mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli atau eksportir luar negeri secara langsung.

Baca Juga  Kecamatan Kembang Janggut Dorong Pembangunan Rumah Sakit sebagai Prioritas Utama Musrenbang 2026

“Business matching adalah langkah nyata untuk membuka pintu pasar global bagi UMKM kita,” tambahnya.

Agar lebih kompetitif, banyak pelaku UMKM kini mulai mengurus legalitas dan sertifikasi internasional. Beberapa di antaranya telah mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dan CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik).

“Penyesuaian legalitas kami lakukan sesuai target pasar, tidak semua harus HACCP, tergantung permintaan pembeli,” jelas Fathul.

Tidak hanya fokus pada pasar luar negeri, Pemkab Kukar juga mendorong produk lokal masuk ke jaringan ritel modern nasional. Melalui program Inovasi Dagang Kemitraan yang sudah berjalan sejak 2021, sejumlah produk UMKM Kukar kini terpajang di etalase toko besar dalam negeri.

Baca Juga  DKP Kukar Perkuat Perlindungan Pesut Mahakam Lewat Konservasi dan Pemberdayaan Nelayan

Meski begitu, Fathul mengakui bahwa persyaratan administrasi dan standar mutu ritel modern masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha. Namun, pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan agar mereka mampu memenuhi kriteria tersebut.

“Kami pastikan pelaku UMKM mendapat pendampingan hingga bisa bersaing di pasar modern dan global,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: