KUKAR – Perubahan iklim yang dulu terasa jauh dari kehidupan pedesaan kini mulai dirasakan langsung di wilayah terpencil. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kecamatan Kenohan menjadi salah satu daerah yang siap mengambil peran dalam program pemulihan ekosistem gambut melalui skema perdagangan karbon. Program ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Kukar bekerja sama dengan PT Tirta Carbon Indonesia (TCI).
Rencananya, program strategis ini akan mencakup lebih dari 55 ribu hektare lahan gambut non-kawasan hutan yang tersebar di empat kecamatan. Kenohan ditetapkan sebagai salah satu titik percontohan penerapan perdagangan karbon berbasis masyarakat.
Camat Kenohan, Kaspul, menyatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut dan akan memastikan masyarakat memahami manfaatnya. “Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Kami juga siap melakukan sosialisasi, karena masyarakat memang belum sepenuhnya memahami program ini. Dan untuk itulah kami hadir, memberikan pengertian lebih awal,” ujarnya,
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah menjembatani komunikasi antara perusahaan dan warga. Edukasi yang baik dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman sekaligus membangun kepercayaan terhadap manfaat jangka panjang program ini.
Kaspul menegaskan, perdagangan karbon tidak akan mengganggu aktivitas utama warga seperti pertanian. Sebaliknya, program ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru yang sejalan dengan pelestarian lingkungan. “Program ini tidak akan mengganggu mata pencaharian masyarakat. Justru bisa memberikan perlindungan terhadap lingkungan dan nilai tambah di masa depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan siap terlibat aktif mulai dari pendampingan di lapangan, membangun komunikasi lintas pihak, hingga memastikan pelaksanaan program sesuai rencana.
Kaspul berharap kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menciptakan sinergi yang membawa manfaat bagi semua pihak. “Harapannya masyarakat bisa menerima program ini dengan terbuka dan merasakan manfaatnya, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi,” tutupnya.
Dengan dukungan dan kesiapan daerah seperti Kenohan, perdagangan karbon tidak lagi sekadar konsep global, melainkan dapat diterapkan langsung di tingkat lokal sebagai langkah nyata mengatasi perubahan iklim. (Adv)





