Media Meratus, Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berintegritas. Melalui sistem evaluasi yang terbuka dan budaya kerja inovatif, setiap kritik dan saran dari masyarakat kini menjadi bahan penting dalam membangun pelayanan yang lebih baik.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, S.Sos., M.M., menuturkan bahwa pihaknya selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, baik secara langsung melalui kotak kritik dan saran, maupun melalui kanal pengaduan online dan offline yang aktif setiap hari.
“Kami tidak mengabaikan satu pun kritik yang masuk. Setiap saran dan laporan masyarakat kami tindak lanjuti dan jadikan acuan untuk memperbaiki sistem pelayanan. Semua demi kepuasan dan kepercayaan publik,” ujar Jumeah.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, Disdukcapil Kutim juga melakukan evaluasi rutin setiap bulan terhadap seluruh masukan masyarakat yang diterima.
Evaluasi ini disertai dengan pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dijalankan setiap hari untuk memantau kinerja petugas dan efektivitas layanan.
“Setiap bulan kami bahas hasil evaluasi dari kritik dan SKM. Kami ingin memastikan pelayanan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan standar yang sudah ditetapkan,” tambahnya.
Selain fokus pada respons terhadap publik, Disdukcapil Kutim juga menanamkan nilai inovasi dan tanggung jawab di kalangan pegawai. Melalui sistem reward and punishment, setiap pegawai didorong untuk memberikan ide baru yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan. Pegawai berprestasi diberikan apresiasi, sementara yang kurang disiplin akan mendapat sanksi sesuai aturan.
Langkah ini, kata Jumeah, merupakan bagian dari pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Disdukcapil Kutim juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui kecepatan, transparansi, dan kepastian dalam pelayanan administrasi kependudukan. Setiap proses kini diarahkan untuk lebih efisien, mudah diakses, dan bebas dari hambatan birokrasi yang tidak perlu.
“Dari setiap kritik, kami belajar. Dari setiap masukan, lahir inovasi. Kami ingin memastikan masyarakat Kutim mendapatkan layanan yang cepat, tepat, dan transparan, karena pelayanan publik adalah bentuk nyata dari pengabdian,” tutup Jumeah penuh optimisme.(ADV)





