Dari Pisang Kepok ke Pasar Dunia, Produk UMKM Kaliorang Pernah Tembus Eropa dan Afrika

Media Meratus, Kutai Timur – Kecamatan Kaliorang memiliki catatan membanggakan dalam pengembangan produk lokal berbasis UMKM. Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan produk olahan pisang kepok yang dipasarkan dengan merek Kalbana dan Putibok menembus pasar internasional.

Keberhasilan tersebut menempatkan Kaliorang sebagai salah satu wilayah yang mampu mengolah potensi pangan lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi. Olahan pisang kepok yang dihasilkan tidak hanya diterima pasar dalam negeri, tetapi juga mendapatkan tempat di pasar luar negeri.

Camat Kaliorang, Rusmono, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor tersebut menjadi kebanggaan masyarakat. “Kalbana dan Putibok adalah contoh nyata bahwa produk UMKM Kaliorang bisa bersaing di pasar global, bahkan hingga Eropa dan Afrika,” ujarnya.

Baca Juga  Kelurahan Baru Kukar Konsisten Benahi Tata Kelola dan Literasi Meski Tanpa Target Juara

Pasar internasional memberikan respons positif terhadap kualitas produk olahan pisang kepok tersebut. Cita rasa, kebersihan, serta konsistensi mutu menjadi faktor utama yang membuat produk ini diminati oleh konsumen luar negeri.

Rusmono menjelaskan bahwa kualitas bahan baku lokal menjadi kunci utama keberhasilan tersebut. Pisang kepok yang tumbuh di Kaliorang dinilai memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang sangat mendukung untuk diolah menjadi produk unggulan.

Meski sempat merasakan pasar ekspor, saat ini pengiriman ke luar negeri belum kembali dilakukan. Hal tersebut disebabkan berakhirnya kontrak pendampingan yang sebelumnya membantu proses pemasaran dan pemenuhan standar ekspor.

Baca Juga  Kukar Siapkan Deretan Event Sepanjang 2025, Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif

Namun demikian, terhentinya ekspor tidak membuat roda produksi ikut berhenti. Pelaku UMKM tetap menjalankan proses produksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar lokal dan regional.

Produk Kalbana dan Putibok masih mampu diserap pasar dalam jumlah yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah memiliki basis konsumen yang kuat, meskipun belum kembali masuk pasar internasional.

Pemerintah kecamatan terus memberikan dukungan agar UMKM tersebut tetap bertahan dan berkembang. Upaya pendampingan dan pembinaan diarahkan agar pelaku usaha siap kembali menembus pasar ekspor ketika peluang terbuka.

Baca Juga  Damkar Kutim Jadi Garda Terdepan Penanganan Darurat, Dari Api hingga Buaya Liar

“Kami optimistis ekspor bisa kembali dilakukan. Produksi tidak pernah benar-benar berhenti, dan pasar lokal maupun regional tetap menyerap produk secara konsisten,” kata Rusmono.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain di Kaliorang untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal. Pemerintah berharap akan muncul lebih banyak produk unggulan yang mampu bersaing di pasar luas.

Dengan pengalaman menembus pasar Eropa dan Afrika, Kaliorang memiliki modal kuat untuk mengembangkan UMKM pangan lokal sebagai salah satu pilar ekonomi daerah di masa mendatang.(ADV)

Bagikan: