KUKAR – Pemerintah Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, terus mengupayakan langkah nyata untuk mengurangi kasus stunting melalui kerja sama lintas sektor dan intervensi sejak masa kehamilan.
Kepala Desa Lebak Cilong, Humaidi, menjelaskan bahwa sebelum digelarnya rembuk stunting, pihak desa rutin mengadakan rapat koordinasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari kader posyandu, PKK, hingga petugas lapangan. Pertemuan ini juga dilakukan bersama pihak kecamatan untuk menyatukan langkah penanganan.
Menurutnya, penanggulangan stunting harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. “Jika pendampingan tidak dimulai sejak ibu hamil, maka risiko stunting akan terus berulang,” ujarnya. Senin (4/8/2025)
Berbagai program telah dijalankan, di antaranya pemberian makanan tambahan dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil. Hasilnya, desa mencatat penurunan signifikan jumlah kasus. Berdasarkan data, sekitar 80 persen kasus telah berhasil ditangani, meski target bebas stunting sepenuhnya belum tercapai.
Humaidi menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari dedikasi kader posyandu serta dukungan melalui pelatihan yang diberikan secara berkala. Laporan perkembangan penanganan pun rutin disampaikan ke pemerintah kabupaten sebagai bagian dari target pelaporan penuh.
Upaya yang dilakukan Desa Lebak Cilong ini menjadi contoh bagaimana sinergi dan kepedulian bersama dapat membawa perubahan positif bagi kesehatan generasi mendatang. (Adv)





