Media Meratus, Kutai Timur – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur mulai melakukan lompatan besar dalam pengelolaan lalu lintas dengan menerapkan Area Traffic Control System (ATCS) di sejumlah persimpangan bersinyal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem transportasi seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Penerapan ATCS memungkinkan Dishub Kutim memantau kondisi lalu lintas secara real time tanpa harus selalu berada di lapangan. Sistem ini terintegrasi dengan kamera dan perangkat pengendali lampu lalu lintas yang terpusat dalam satu ruang kendali.
Kepala Seksi Bidang Lalu Lintas Dishub Kutai Timur, Zulkarnain, menyebut penggunaan ATCS sebagai jawaban atas tantangan pengaturan lalu lintas di wilayah yang terus berkembang. “ATCS membantu kami melihat kondisi persimpangan secara langsung dan mengambil keputusan yang lebih cepat serta tepat,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, Dishub Kutim dapat menyesuaikan durasi lampu lalu lintas sesuai dengan kepadatan kendaraan di masing-masing ruas jalan. Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan pengaturan manual yang bersifat statis.
ATCS juga membuka peluang pengaturan kendaraan prioritas, seperti ambulans, pemadam kebakaran, maupun iring-iringan tertentu, agar dapat melintas dengan lebih lancar tanpa terhambat kemacetan.
Selain fungsi pengendalian, sistem ini juga berperan sebagai sumber data lalu lintas yang akurat dan berkelanjutan. Data tersebut mencakup volume kendaraan, kecepatan rata-rata, hingga pola pergerakan kendaraan di persimpangan.
Informasi yang dihimpun melalui ATCS akan menjadi dasar penting dalam perencanaan transportasi dan evaluasi kebijakan lalu lintas di Kutai Timur.
Dishub Kutim menilai pengelolaan data yang baik menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Penerapan teknologi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Melalui ATCS, kami tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga mengumpulkan data yang sangat dibutuhkan untuk perencanaan jangka panjang. Ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan transportasi daerah,” jelas Zulkarnain.
Ia menambahkan, kehadiran ATCS akan terus dikembangkan secara bertahap di persimpangan strategis lainnya sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.
Dengan langkah ini, Dishub Kutai Timur optimistis dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lalu lintas sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam mengadopsi teknologi modern demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.(ADV)





