Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menggenjot pemerataan akses digital di sektor pendidikan melalui penambahan 36 perangkat Starlink pada tahun 2025. Langkah ini dilakukan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim untuk memastikan seluruh sekolah memiliki akses internet yang memadai.
Pemerataan digital menjadi prioritas utama pemerintah. Melalui penambahan perangkat Starlink, sekolah-sekolah yang berada di pelosok kini dapat menikmati layanan internet yang sama dengan sekolah di perkotaan.
Kepala Bidang TIK Diskominfo Kutim, Sulisman, menegaskan penambahan perangkat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghapus ketimpangan akses antarwilayah.
Teknologi satelit memungkinkan internet tersedia di seluruh lokasi tanpa bergantung pada infrastruktur darat.
“Kami ingin pemerataan digital benar-benar terwujud. Penambahan 36 Starlink ini menjadi bukti komitmen tersebut,” ujar Sulisman.
Ia menjelaskan bahwa unit tambahan ini juga akan mendukung efisiensi administrasi sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran digital.
Akses internet menjadi kunci utama dalam implementasi aplikasi pendidikan, evaluasi berbasis online, hingga penggunaan multimedia.
Diskominfo juga melakukan koordinasi dengan Korwil Pendidikan untuk memastikan penempatan perangkat berjalan tepat sasaran.
Sekolah dengan kesulitan akses menjadi prioritas utama dalam distribusi perangkat.
Selain menyediakan perangkat, pemerintah juga mengelola penggunaan internet melalui program SIKAT yang menyediakan dashboard pemantauan, manajemen bandwidth, dan filter situs.
“Kami memastikan pemerataan digital tidak hanya sekadar pemasangan perangkat, tetapi juga memastikan semua sekolah benar-benar merasakan koneksi yang stabil,” pungkas Sulisman.(ADV)





