Kapal Ponton Tabrak Keramba di Loa Kulu, Warga dan Perusahaan Bahas Penyelesaian

KUKAR – Pascakejadian kapal ponton menabrak deretan keramba dan satu rumah warga di Desa Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Minggu (4/1/2025), proses penyelesaian kini memasuki tahap perundingan antara warga terdampak dan pihak perusahaan pemilik kapal.

Pertemuan digelar di lokasi kejadian pada Senin (5/1/2025). Hadir dalam forum itu pihak perusahaan, warga pemilik keramba, aparat kepolisian, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan pendataan berjalan terbuka.

Sekretaris Desa Loa Kulu, Rian, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian yang ditimbulkan seluruhnya bersifat material. Ia juga mengingatkan warga agar terbuka dalam memberikan keterangan.Menurutnya, kejujuran penting agar proses pendataan berjalan tepat.

Baca Juga  Warga Muara Muntai Panik, Asap Karhutla Tutup Pemukiman

Rian menyebut, sekitar 10 warga terdampak. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua langsung dilakukan pendataan kerusakan bersama pihak perusahaan,” ujarnya.

Di kesempatan berbeda, Kepala Desa Loa Kulu, Mohamad Rizali, menjelaskan bahwa petugas Polairud, Polsek, dan perwakilan perusahaan masih melakukan identifikasi secara door to door ke rumah dan keramba milik warga.

Baca Juga  Pengabdian Tanpa Batas, Disdamkarmatan Kukar Evakuasi Kunci Motor Di Grong – Gorong

Jumlah keramba yang rusak diperkirakan mencapai ratusan kotak, masing-masing berisi 1.000 hingga 2.000 ekor ikan. Nilai kerugian diperkirakan cukup besar dan berpotensi mencapai miliaran rupiah, meski perhitungan resminya belum rampung.

Dari keterangan awal, ponton milik PT KSA yang berangkat dari Kutai Barat diduga mengalami selisih arah di tengah sungai. Untuk menghindari tabrakan dengan ponton lain dari arah Samarinda, nakhoda membelokkan kapal ke sisi kanan hingga menabrak keramba dan rumah warga. Kondisi air saat itu juga sedang pasang.

Baca Juga  Distanak Kukar Pastikan Hewan Kurban yang Dijual Dalam Keadaan Sehat

Insiden tersebut turut merusak satu rumah yang di dalamnya terdapat dua unit sepeda motor dan sejumlah barang. Beruntung rumah dalam keadaan kosong saat kejadian.

Rizali menambahkan, pihak perusahaan menunjukkan itikad baik dengan datang menemui warga tidak lama setelah insiden terjadi. Mereka menyatakan siap mengganti kerugian sesuai hasil perhitungan resmi.

Bagikan: