KUKAR – Upaya menekan angka kemiskinan di Kecamatan Kembang Janggut terus digiatkan melalui strategi terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Puskesos, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan sektor swasta lewat program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk memastikan bantuan sampai pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pelaksana tugas Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan bahwa keberhasilan program sosial sangat bergantung pada keakuratan data penerima manfaat.
“Oleh karena itu, pembaruan dan verifikasi data dilakukan secara berkala agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran,” ujarnya. Sabtu (12/7/2025).
Menurutnya, perubahan kondisi sosial sering membuat data warga prasejahtera bergeser, sehingga pengecekan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam proses ini. Pemerintah kecamatan juga memantau jalannya program bantuan dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk penyaluran beras bulanan yang masih berjalan.
Sementara itu, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa yang bersumber dari Dana Desa, hingga pertengahan Juni 2025 belum ada penyaluran lanjutan, menunggu keputusan pemerintah pusat maupun daerah.
Suhartono menilai, pemberian bantuan sebaiknya tidak hanya bersifat konsumtif. Masyarakat prasejahtera perlu mendapat dukungan berupa sarana produksi seperti alat pertanian atau perkebunan agar mampu mandiri.
Ia juga mendorong adanya pelatihan keterampilan, kursus sesuai potensi lokal, serta pendampingan berkelanjutan, sehingga warga memiliki bekal untuk meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri dan berkesinambungan.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir, agar program penanggulangan kemiskinan ini memberikan dampak nyata dan berjangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)





