Kukar Siapkan Industri Unggulan di Tiap Kecamatan, Kembang Janggut Jadi Percontohan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto (Dok: Media Meratus)

Media Meratus, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai memperluas strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui konsep One Village One Product (OVOP) yang kemudian dikembangkan dalam skema One District One Industry.

Melalui konsep tersebut, setiap wilayah didorong memiliki produk maupun industri unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pengembangan konsep tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku UMKM, BUMDes, koperasi hingga perusahaan yang berada di sekitar wilayah.

Baca Juga  Pemkab Kukar Pastikan Korban Kebakaran Melayu Dapat Penanganan

Kecamatan Kembang Janggut menjadi salah satu wilayah yang mulai menerapkan konsep One District One Industry. Wilayah tersebut didorong memiliki satu industri yang dapat menjadi ciri sekaligus kekuatan ekonomi kecamatan.

“Pak Bupati kan selalu menyampaikan ada program One Village One Product. Jadi ini disambut oleh teman-teman kecamatan, ada One District One Industry, setiap kecamatan ada satu industri. Nah, ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut,” kata Arianto, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, konsep tersebut tidak berdiri sendiri. Industri yang dikembangkan nantinya akan dikaitkan dengan keberadaan koperasi di tingkat kecamatan serta potensi UMKM yang tumbuh di desa-desa.

Baca Juga  Koperasi Merah Putih Kembang Janggut Fokus Dongkrak Ekonomi Perkebunan

DPMD Kukar juga mendorong pemerintah desa untuk mulai melihat potensi ekonomi sebagai bagian dari pembangunan desa. Produk yang selama ini dihasilkan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada skala produksi lokal, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk unggulan.

“Kami bagaimana mendorong pemerintah desa di setiap desa itu bersama dengan UMKM yang mereka miliki, BUMDes yang mereka miliki, itu memiliki produk-produk unggulan mereka yang nanti kita bisa sama-sama dorong untuk bisa menjadi unggulan,” jelasnya.

Arianto menegaskan, pengembangan One District One Industry tidak berhenti pada Kecamatan Kembang Janggut. Konsep tersebut dirancang untuk diperluas ke seluruh kecamatan di Kukar dengan menyesuaikan potensi masing-masing daerah.

Baca Juga 

Artinya, setiap kecamatan nantinya tidak harus mengembangkan jenis industri yang sama. Potensi sumber daya, produk masyarakat, kemampuan UMKM, serta karakter ekonomi masing-masing wilayah akan menjadi dasar pengembangannya.

Program tersebut ditargetkan menjangkau 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan di Kukar.

“Nanti akan dilaksanakan di desa-desa lain juga. Itu nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan dan 193 desa dengan 44 kelurahan, kita akan dorong,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: