KUKAR – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu terus mengembangkan potensi wisata dan melestarikan budaya lokal sebagai strategi untuk menggerakkan perekonomian desa.
Salah satu contoh keberhasilan adalah Desa Sumber Sari, yang kini mulai dikenal luas berkat puncak dan embungnya yang menjadi magnet bagi pengunjung. Kehadiran ikon bertuliskan “Kukar” di lokasi tersebut semakin memperkuat identitas dan daya tarik wisata.
Camat Loa Kulu, Ardiansyah, menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mendorong pengembangan destinasi wisata ini.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa juga menjadi fokus, agar pengelolaan objek wisata dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain wisata alam, perhatian serius diberikan pada pelestarian sejarah. Salah satunya adalah Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, yang jalannya telah diperbaiki melalui program semenisasi.
Pemerintah desa diimbau untuk melakukan perawatan rutin, dan tahun ini kawasan tugu akan menjadi lokasi peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan.
“Sejarah adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan. Situs-situs seperti ini bukan hanya monumen, tapi juga pengingat bagi generasi muda akan nilai-nilai kebangsaan,” tegas Ardiansyah. Rabu (23/7/2025).
Kerja sama lintas sektor pun diperkuat. Pemerintah kecamatan menjalin sinergi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kukar untuk menyatukan program dan anggaran pengembangan pariwisata serta budaya. Desa-desa didorong memanfaatkan dana desa untuk kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.
Desa Jembayan Tengah, yang telah ditetapkan sebagai desa budaya, mendapat pendampingan agar tradisi dan kearifan lokal tetap terjaga. Dengan kombinasi pengembangan wisata alam, pelestarian sejarah, dan penguatan budaya, Loa Kulu menargetkan terwujudnya ekonomi desa yang lebih mandiri dan berdaya saing. (Adv)





