MAPALA dan Pokdarwis Sanggulan Bersihkan Gua Binuang, Kades Apresiasi Aksi Peduli Lingkungan

Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Aksi peduli lingkungan kembali dilakukan di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu. Sejumlah mahasiswa pecinta alam bersama komunitas lokal bergotong-royong membersihkan jalur Gua Binuang pada Minggu (13/7/2025).

Kepala Desa Sanggulan, Fahruddin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas upaya yang dilakukan para relawan. “Kami sangat mengapresiasi teman-teman mahasiswa, khususnya dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), yang telah meluangkan waktu membersihkan gua ini,” ujarnya.

Kegiatan bertajuk “Penelusuran dan Pembersihan Jalur Gua Binuang” ini diinisiasi oleh Wahana Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Kutai Kartanegara (Wamapala Unikarta) dan melibatkan Nuryasispala Sanggulan, Mapala Politani Samarinda, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanggulan. Fokus pembersihan mencakup sampah di area gua serta aliran sungai yang melewatinya.

Baca Juga  Ratusan Atlet Ramaikan Bupati Cup 2025, Bulu Tangkis Kutim Uji Mental dan Kualitas Pemain

Ketua Umum Wamapala Unikarta, Feri Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjaga warisan geologis. “Gua ini terbentuk melalui proses alam yang panjang. Sudah seharusnya kita rawat agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang,” jelasnya.

Feri juga mengingatkan bahwa meskipun Gua Binuang kini menjadi destinasi wisata, kelestariannya harus tetap dijaga. Ia mengungkapkan, komunitasnya kerap mengadakan berbagai kegiatan di gua tersebut, seperti penanaman pohon, pengibaran bendera Merah Putih, hingga berkemah. Ia berharap ada sinergi yang lebih kuat antara kelompok pencinta alam, Pokdarwis, dan pemerintah desa untuk melestarikan gua bersama.

Baca Juga  Gua Batu Gelap Jadi Primadona Wisata Baru di Desa Suka Maju, Dilengkapi 34 Pintu Alam yang Menakjubkan

Di sisi lain, Fahruddin menyoroti masalah pencemaran air di aliran sungai dalam gua. Menurutnya, kualitas air kerap menurun akibat aktivitas perusahaan di bagian hulu. “Harapan kami, aktivitas perusahaan di sekitar hulu bisa dihentikan agar aliran air tetap jernih,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembersihan gua tidak bisa dilakukan setiap saat, karena memerlukan anggaran melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa. “Kalau air sudah tercemar, tidak bisa langsung dibersihkan. Karena itu, kami berterima kasih kepada para pencinta alam yang telah membantu bersama Pokdarwis menjaga kebersihan gua,” tutupnya. (Adv)

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Kukar Mantapkan Sinergi OPD untuk Wujudkan “Kukar Idaman Terbaik”

Bagikan: