Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) semakin intensif mendorong peningkatan kualitas beras lokal menuju kategori medium. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan petani secara berkelanjutan dan penguatan program Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLAH).
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyatakan bahwa Kutim memiliki potensi besar untuk menghasilkan beras berkualitas lebih tinggi.
“Kita sudah punya rasa beras yang unggul, tinggal kualitas fisiknya yang harus dibenahi untuk memenuhi standar medium,” ujarnya.
Pembinaan difokuskan pada peningkatan teknik pengeringan dan pengurangan patahan beras. Kedua aspek ini disebut sebagai penentu utama keberhasilan uji kualitas yang dilakukan provinsi.
Program OPLAH tetap menjadi fondasi dengan memaksimalkan potensi lahan di Kongbeng, Kaubun, dan Long Mesangat. Ketiga wilayah tersebut diharapkan mampu menyokong produksi saat kualitas beras mulai meningkat.
Kaubun mendapat perhatian khusus karena telah memiliki fasilitas lengkap seperti mesin pemoles, alat pemisah, serta sarana pendukung pengolahan beras lainnya.
Namun demikian, keterampilan petani dalam mengoperasikan alat dan melakukan pascapanen standar masih perlu terus ditingkatkan. Pelatihan teknis kini dilakukan secara rutin oleh DTPHP Kutim.
Pemerintah menyatakan target realistis adalah satu kelompok tani dapat lolos uji medium dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Kami ingin ada contoh sukses yang bisa menjadi model bagi kecamatan lain,” katanya.
Dessy meyakini bahwa peningkatan kualitas beras lokal akan membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga berdampak positif bagi ekonomi petani.
“Ketika kualitas naik, harga dan nilai jual juga naik. Petani akan menikmati manfaat langsung,” pungkasnya.(ADV)





