Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan proses pemasangan jaringan listrik di sejumlah desa terus berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Saat ini, pengerjaan jaringan listrik masih berlangsung di beberapa desa dan ditargetkan dapat diselesaikan pada awal tahun 2026. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar proses pemasangan tidak mengalami kendala berarti di lapangan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa jaringan listrik yang dipasang bukan hanya satu jenis sambungan.
“Listrik yang dipasang itu bukan C13 saja, tapi ada juga C15. Prosesnya sedang berjalan dan insya Allah Januari sampai Februari sudah selesai,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, keberadaan listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk rumah tangga, pendidikan, hingga mendorong kegiatan ekonomi di desa.
Pemerintah daerah mengambil peran aktif dalam mendorong percepatan realisasi program tersebut. Meski pengerjaan teknis berada di tangan PLN, Pemkab Kutai Timur terus memastikan agar jadwal pelaksanaan tetap sesuai target.
Upaya pemerataan akses listrik ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan listrik yang memadai, berbagai layanan publik diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, ketersediaan listrik dinilai mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Aktivitas UMKM di desa diprediksi akan tumbuh seiring dengan meningkatnya akses energi yang stabil.
Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh pekerjaan pemasangan jaringan listrik merupakan kewenangan penuh PLN. Namun demikian, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan pendorong agar proses berjalan lancar.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengantisipasi hambatan teknis maupun administratif. Pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar pelaksanaan di lapangan berjalan kondusif.
“Kami di pemerintah daerah terus mendorong percepatan supaya seluruh desa bisa menikmati listrik secara merata. Walaupun kewenangan penuh ada di PLN, kami memastikan dukungan dari sisi daerah tetap maksimal,” kata Ardiansyah.
Dengan target penyelesaian pada awal 2026, Pemkab Kutai Timur optimistis tidak ada lagi desa yang tertinggal dalam hal akses listrik. Program ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pembangunan desa ke depan.
Melalui pemerataan listrik, pemerintah daerah berharap kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara berkelanjutan.(ADV)





