Media Meratus, Kutai Timur – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperketat pengawasan selama Operasi Zebra 2025 dengan memusatkan perhatian pada titik-titik rawan pelanggaran dan gangguan ketertiban umum. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan operasi yang digelar oleh kepolisian.
Kepala Satpol PP Kutim, Fatah Hidayat, mengatakan bahwa pemetaan titik rawan telah dilakukan sejak awal operasi. Beberapa lokasi dinilai memiliki intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga memerlukan kehadiran petugas untuk menjaga ketertiban.
“Kami fokus pada titik rawan yang memiliki potensi gangguan ketertiban. Kehadiran personel di sana sangat penting untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman,” ujar Fatah Hidayat.
Selain titik rawan pada siang hari, Satpol PP juga mencatat bahwa aktivitas masyarakat pada malam hari sering kali memicu potensi gangguan baru. Oleh karena itu, mekanisme penindakan malam hari tetap dibuka apabila situasi mengharuskannya.
Ia menegaskan bahwa fokus pengawasan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di lapangan.
Fatah menjelaskan bahwa Satpol PP tetap menghadapi tantangan berupa keterbatasan armada. Kendaraan operasional yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung patroli dan penindakan di berbagai wilayah.
“Meskipun armada terbatas, kami tetap berupaya hadir di lapangan. Personel kami siap menjalankan tugas sesuai kebutuhan situasi,” tambahnya.
Satpol PP Kutim terus menjaga koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan setiap pengawasan berjalan sejalan dengan tujuan Operasi Zebra.
Informasi mengenai perkembangan di lapangan diterima secara berkala untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Dengan pengawasan yang dipusatkan pada titik rawan, Satpol PP berharap dapat membantu menurunkan potensi pelanggaran dan menjaga kondisi keamanan selama Operasi Zebra 2025 berlangsung.(ADV)





