Skema Baru Penyerapan Bulog Dorong Semangat Petani Kutim Perluas Lahan Tanam

Media Meratus, Kutai Timur – Skema penyerapan gabah oleh Bulog melalui mekanisme pembelian langsung di sawah mulai menunjukkan dampak positif bagi petani di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dengan harga tetap Rp6.500 per kilogram, kebijakan ini menjadi jaminan pasar yang kuat bagi hasil panen petani, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka dalam memperluas lahan tanam pada musim berikutnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa perubahan pola penyerapan dari Bulog memberikan kepastian yang selama ini dibutuhkan petani.

Baca Juga  Pelantikan Massal 3.870 PPPK Kukar: Titik Awal Transformasi Pelayanan Publik

“Dengan harga pasti dan dibeli langsung di sawah, petani tidak lagi cemas soal pembeli. Seluruh proses lebih ringan dan menenangkan bagi mereka,” ujar Dessy.

Hingga periode panen terakhir, Bulog telah menyerap gabah petani Kutim sebanyak 179 ton. Penyerapan ini berasal dari empat kecamatan, yakni Kaubun, Long Mesangat, Bengalon, dan Sangatta Selatan. Angka tersebut menjadi capaian awal yang cukup signifikan sejak kebijakan ini diberlakukan awal tahun 2024.

Ia menambahkan bahwa skema pembelian langsung ini terbukti menekan ketergantungan petani terhadap tengkulak yang sebelumnya membeli gabah dengan harga lebih rendah.

Baca Juga  Pemkab Kukar Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Lahan Warga dan PT BDAM

“Harga Bulog jauh lebih baik dibanding harga pasar sebelum program ini berjalan. Dampaknya langsung dirasakan petani,” tegasnya.

Untuk memastikan seluruh petani dapat terhubung dengan program serapan Bulog, DTPHP Kutim terus melakukan sosialisasi terkait mekanisme pelaporan panen. Petani cukup melapor kepada dinas, kemudian jadwal panen akan diteruskan kepada Bulog untuk dijadwalkan penjemputan gabah di lapangan.

Sementara itu, Kecamatan Kongbeng menjadi satu-satunya wilayah yang belum terserap dalam skema ini. Kondisi tersebut terjadi karena gabah petani di wilayah itu telah habis terserap oleh pasar lokal dan beberapa perusahaan mitra.

Baca Juga  Bupati Kukar Resmikan Teras Kota Bangun Bersinar

Dessy menuturkan bahwa sejak skema ini berjalan, antusiasme petani untuk memperluas lahan tanam terus meningkat. Dengan pasar yang pasti, petani lebih percaya diri memperluas lahan.

Ia berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat produksi pangan Kutim, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian pangan daerah.

“Ini momentum penting untuk mendorong swasembada dan memperkuat ketahanan pangan Kutim,” pungkasnya.(ADV)

Bagikan: