Tenggarong Seberang Dorong Pengadaan Insinerator Desa untuk Tangani Persoalan Sampah

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Lonjakan volume sampah di Kecamatan Tenggarong Seberang mendorong pemerintah kecamatan untuk memfasilitasi pendekatan baru dalam penanganannya. Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, menganjurkan agar setiap desa memiliki fasilitas pembakaran sampah atau incineratoralternatif yang lebih efisiensebagai alternatif solusi yang lebih efisien dibandingkan hanya mengandalkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Menurut Tego, penggunaan incinerator di tingkat desa akan membuat pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, mandiri, dan tidak menimbulkan penumpukan seperti yang sering terjadi di TPS.

Baca Juga  Disperindag Kukar Dukung Penghapusan Kuota Ekspor: Peluang Emas untuk UMKM Nonmigas

“Kalau tiap desa bisa mengelola sampahnya sendiri, tidak perlu lagi menumpuk atau menunggu transportasi ke TPS. Ini lebih cepat, dan bisa jadi solusi jangka panjang,” jelasnya, Sabtu (15/3/2025).

Ia menambahkan, pengoperasian insinerator dapat melibatkandapat melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga selain mengatasi permasalahan lingkungan, inisiatif ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi desa.

Baca Juga  Revitalisasi Terminal Bus Disiapkan, Dishub Kutim Bangkitkan Kembali Transportasi Antar Wilayah

“Dengan BUMDes sebagai pengelola, pengelolaan sampah bisa lebih terstruktur dan menjadi bagian dari kemandirian desa,” kata Tego.

Selama ini, pembangunan TPS di wilayah Tenggarong Seberang sering terkendala regulasi dan teknis, seperti ketersediaan lahan yang sesuai dan lokasi yang harus jauh dari kawasan resapan air atau pemukiman warga. Kondisi ini membuat opsi pengelolaan sampah di tingkat desa menjadi pilihan yang lebih realistis.

Baca Juga  Dispar Kukar Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pelatihan Digital untuk Pelaku Lokal

“Kalau terus menunggu TPS yang dibangun oleh DLHK, akan memakan waktu. Oleh karena itu, kami mendorong alternatif lain yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan, yaitu penggunaan incinerator langsung di desa-desa,” tegasnya.

Bagikan: