Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan mulai menaruh perhatian serius terhadap kondisi terminal bus yang selama ini belum berfungsi optimal. Revitalisasi terminal dinilai menjadi kunci penting untuk menghidupkan kembali jalur transportasi darat di berbagai kecamatan.
Saat ini, hanya Terminal Bengalon yang masih beroperasi aktif melayani pergerakan kendaraan umum. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Dishub Kutim dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan merata.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutim, Abdul Muis, mengungkapkan bahwa pembenahan terminal merupakan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah.
“Terminal tidak boleh hanya menjadi bangunan kosong, tetapi harus kembali berfungsi sebagai simpul transportasi yang menggerakkan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, terminal memiliki peran vital sebagai titik awal dan akhir perjalanan angkutan umum. Tanpa terminal yang layak, jalur transportasi sulit berkembang dan minat masyarakat menggunakan angkutan umum pun menurun.
Dishub Kutim telah memetakan sejumlah terminal yang akan diupayakan untuk direvitalisasi. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Kongbeng, Wahau, Muara Bengkal, dan Sangkulirang yang dinilai memiliki potensi besar untuk kembali diaktifkan.
Revitalisasi yang direncanakan tidak sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penataan fungsi dan fasilitas pendukung. Mulai dari ruang tunggu, akses kendaraan, hingga kenyamanan dan keamanan pengguna akan menjadi perhatian utama.
Selain itu, Dishub Kutim juga akan menyesuaikan revitalisasi terminal dengan rencana pengembangan jalur angkutan antar kecamatan. Dengan demikian, terminal yang dibenahi dapat langsung terhubung dengan rute transportasi yang dirancang.
Abdul Muis menjelaskan bahwa upaya ini membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan pihak terkait lainnya. Sinergi diperlukan agar terminal yang sudah diperbarui benar-benar dimanfaatkan.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran dan kondisi infrastruktur menjadi tantangan yang harus dihadapi. Meski demikian, Dishub Kutim berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan terukur.
“Yang terpenting adalah mengembalikan fungsi terminal sebagai pusat aktivitas transportasi. Kalau terminal hidup, jalur angkutan juga akan ikut bergerak,” kata Abdul Muis.
Dengan rencana revitalisasi ini, Dishub Kutim berharap transportasi publik di Kutai Timur dapat kembali berkembang. Terminal yang aktif di berbagai kecamatan diharapkan mampu mendorong mobilitas masyarakat, mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.(ADV)





