KUKAR – Rencana investasi skala besar dari Malaysia tengah menyasar empat desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar). Desa Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sektor perkebunan, pariwisata, perumahan, hingga industri.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengungkapkan bahwa rencana ini digagas oleh grup usaha asal Malaysia yang dipimpin Dato Tan Sri, pemegang saham utama perusahaan MKH. Melalui PT Megah Utama Mandiri (MUM), investor akan menggarap potensi komoditas unggulan, seperti durian, singkong, dan pisang.
“Loa Raya akan difokuskan sebagai sentra perkebunan. Loa Pari diarahkan untuk pariwisata dan perkebunan, Loa Ulung untuk perumahan dan perkebunan, sedangkan Tanjung Batu akan dikembangkan menjadi kawasan industri,” jelas Martin.
Pemerintah Desa Loa Raya, kata Martin, kini tengah membentuk tim rekomendasi untuk melakukan survei lapangan. Tujuannya memetakan potensi lahan agar sesuai dengan kebutuhan pengembangan. Master plan sudah selesai disusun, membagi wilayah ke dalam blok-blok fungsi lahan yang spesifik.
“Kami akan melihat langsung lahan yang cocok untuk durian, singkong, atau pisang. Lahan warga akan dikerjasamakan dengan sistem bagi hasil,” ujarnya.
Dari empat desa tersebut, Loa Raya memiliki lahan terluas, sekitar 526 hektare. Jika digabungkan, total lahan yang akan dikembangkan melebihi 1.000 hektare.
Untuk memperkuat rantai pasok, investor juga berencana membangun fasilitas pengolahan hasil pertanian, salah satunya di Tanjung Batu yang strategis karena dekat sungai dan dapat difungsikan sebagai pusat logistik dan pelabuhan.
“Pabrik ini akan menerima pasokan bahan baku dari empat desa, bahkan dari desa lain jika dibutuhkan. Ini akan membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” tambahnya.
Martin menegaskan, pembebasan lahan hanya berlaku untuk pembangunan perumahan dan pabrik di Loa Ulung. Sedangkan lahan perkebunan akan tetap milik warga dan dikelola melalui skema kerja sama, baik lewat koperasi desa maupun BUMDes, dengan pembagian hasil 25 persen untuk masyarakat dan 75 persen untuk investor. (Adv)





