Pemkab Kukar Pastikan PSU Pilkada Berjalan Lancar, Partisipasi Pemilih Tembus 60 Persen

Sekda Kukar, Sunggono. Sumber: mediameratus.com

KUKAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan bahwa pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar berjalan dengan aman dan tertib. Pemantauan dilakukan secara langsung oleh jajaran Pemkab bersama unsur Forkopimda, sebagai bentuk komitmen menjaga kelancaran proses demokrasi di daerah.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengoordinasikan pemantauan melalui rapat virtual bersama seluruh camat dari Ruang Eksekutif Kantor Bupati. Dalam kesempatan itu, ia meminta laporan terbaru dari setiap kecamatan mengenai situasi pasca-PSU.

Baca Juga  Kukar Tampilkan Budaya Lokal di Obelix Sea View Jogja Lewat Gelaran TeTiba

“Kami bersama Forkopimda mengambil inisiatif untuk terus memantau kondisi lapangan agar pelaksanaan PSU ini berjalan sesuai aturan dan tetap kondusif,” ujar Sunggono kepada awak media. Minggu (20/4/25).

Ia menjelaskan bahwa sejak malam sebelum PSU digelar, tim dari Pemkab telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah TPS untuk memastikan kesiapan teknis dan keamanan. Hasil evaluasi dari para camat dan forkopimcam menunjukkan bahwa pelaksanaan PSU berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.

Baca Juga  Damkar Kutim Jadi Garda Terdepan Penanganan Darurat, Dari Api hingga Buaya Liar

Kekhawatiran terhadap potensi gangguan cuaca juga tidak terbukti. Meskipun sempat memperkirakan hujan, cuaca cukup bersahabat sehingga tidak menghambat proses pemilihan suara. Bahkan, di sejumlah wilayah, antusiasme pemilih tetap terlihat meskipun PSU dilaksanakan di luar jadwal pemilihan umum.

“Berdasarkan laporan sementara, tingkat partisipasi pemilih mencapai lebih dari 60 persen. Memang ada sedikit penurunan dibandingkan Pilkada sebelumnya yang mencapai sekitar 70 persen, namun ini masih tergolong baik,” jelas Sunggono.

Baca Juga  Menyeruput Kopi Luwak Langsung dari Sumbernya, Kampung Wisata di Kukar Jadi Primadona Baru Pecinta Kopi

Ia menambahkan bahwa penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh mobilitas warga, terutama pemilih muda yang sedang kuliah di luar daerah dan tidak sempat kembali untuk mengikuti PSU.

“Meski begitu, kami bersyukur karena pelaksanaan PSU tetap mendapat perhatian dan partisipasi yang cukup dari masyarakat,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: