Penurunan Angka Stunting di Kukar Capai 14,2%, Perlu Kolaborasi Multisektor

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Kabar baik datang dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), di mana prevalensi stunting terus menunjukkan penurunan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar, mengungkapkan bahwa angka stunting di wilayahnya kini mencapai 14,2%, turun dari sebelumnya 17% pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga  Kukar Tampilkan Budaya Lokal di Obelix Sea View Jogja Lewat Gelaran TeTiba

“Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan. Peran kami hanya sekitar 30%, karena banyak faktor lain yang berperan, seperti sanitasi, lingkungan, dan pola asuh,” jelas Kusnandar. Jumat (04/7/2025).

Ia mencontohkan, meskipun asupan gizi anak baik, jika sanitasi buruk dan anak sering terkena diare, nutrisi yang dikonsumsi justru digunakan untuk melawan penyakit, bukan untuk pertumbuhan.

Baca Juga  Sekda Kukar Ajak Masyarakat Adaptasi dengan Era Digital di Harkitnas 2025

“Ini menjadi tanggung jawab sektor lain, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), untuk memperbaiki sanitasi,” tambahnya.

Dinkes sendiri fokus pada penanganan medis, seperti pemeriksaan oleh dokter spesialis anak, pemberian makanan tambahan, serta terapi gizi bagi anak yang sudah terdiagnosis stunting.

Kusnandar juga menekankan bahwa stunting tidak hanya dialami oleh keluarga kurang mampu. “Banyak kasus stunting terjadi karena pola asuh yang kurang tepat, bahkan di kalangan ekonomi menengah ke atas. Kebiasaan konsumsi makanan instan dan kurangnya pemahaman gizi seimbang turut berkontribusi,” ujarnya.

Baca Juga  Bus Perusahaan Disorot, Dishub Kutim Tegaskan Kepatuhan Halte Demi Kelancaran Lalu Lintas

Saat ini, Kukar masih berupaya mempertahankan angka stunting di kisaran 14%, dengan harapan dapat terus ditekan melalui sinergi lintas sektor dan edukasi gizi yang masif. (Adv)

Bagikan: