Program Terpadu Desa Muara Muntai Ilir Turunkan Risiko Stunting pada Balita

Kepala Desa muara muntai ilir, Arifadin Nur. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir berhasil mencatat penurunan signifikan jumlah balita berisiko stunting dalam satu tahun terakhir. Kepala Desa, Arifadin Nur, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari program intervensi yang dijalankan secara berkesinambungan.

“Tahun lalu, dari hasil rembuk stunting, terdata ada 33 balita yang masuk kategori berisiko. Tahun ini, angkanya turun menjadi 15 balita,” jelas Arifadin, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga  Penguatan Daerah Dimulai dari Rumah, Ardiansyah Soroti Peran Ibu dan Keluarga di HKG PKK ke-53

Ia mengungkapkan, pencapaian ini didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari koordinasi erat dengan Puskesmas dan kader posyandu, hingga evaluasi berkala terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

“Kami rutin memeriksa kelengkapan alat di posyandu, seperti timbangan dan alat ukur. Data yang akurat sangat penting agar penanganan stunting bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga  Kukar Siapkan Deretan Event Sepanjang 2025, Dorong Wisata dan Ekonomi Kreatif

Selain itu, peran aktif kader posyandu, ketua RT, dan para ibu rumah tangga menjadi kunci keberhasilan. Dalam beberapa situasi, kader bersama RT bahkan menjemput langsung balita yang tidak dibawa orang tuanya ke posyandu.

“Upaya seperti ini selalu kami bahas dalam rembuk stunting, termasuk evaluasi bulanan kinerja posyandu agar selalu siaga melayani masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Pemkab Kutai Timur Gelar Pasar Murah Bertahap, Jaga Daya Beli dan Stabilitas Pangan

Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir optimistis penurunan angka balita berisiko stunting akan terus berlanjut melalui penguatan program dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. (Adv)

Bagikan: