KUKAR – Pemerintah Kecamatan Sanga-Sanga terus berinovasi dalam mengembangkan potensi wisata sejarah di wilayahnya. Tahun ini, langkah baru ditempuh dengan menghadirkan sistem informasi digital bernama Si Mata Pejuang, yang memanfaatkan teknologi barcode untuk memberikan informasi sejarah kepada pengunjung.
Camat Sanga-Sanga, Muhammad Dachriansyah, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan wisatawan mengakses penjelasan tentang sejarah dan latar belakang situs perjuangan hanya dengan memindai barcode yang dipasang di lokasi.
“Saat ini sudah ada lima situs sejarah yang terintegrasi dengan sistem ini, dan ke depannya seluruh situs di Sanga-Sanga diharapkan dapat menggunakan metode yang sama,” ujarnya, Sabtu (02/8/2025)
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara telah dilakukan agar program ini berjalan maksimal. Tujuannya, setiap wisatawan yang datang bisa memperoleh pengalaman wisata yang edukatif dan menarik.
Dachriansyah menegaskan bahwa pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Persiapan dari sisi fasilitas dan pengalaman pengunjung harus dilakukan dengan matang, agar setiap kunjungan meninggalkan kesan positif dan memberikan sesuatu yang baru.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada kondisi Gedung Juang yang menjadi ikon utama Kota Juang. Gedung tersebut dinilai masih memerlukan perbaikan agar layak menjadi pusat sejarah dan kebanggaan daerah.
Dengan dukungan dari pemerintah kecamatan, dinas terkait, dan partisipasi masyarakat, Sanga-Sanga optimistis mampu menjadikan Kota Juang sebagai destinasi wisata sejarah yang informatif, menarik, dan terus berkembang. (Adv)





