Pemdes Ponoragan Dorong Peran Pemuda Lewat Penguatan Karang Taruna

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, terus mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan desa melalui penguatan organisasi Karang Taruna. Pemerintah desa berharap, wadah ini dapat menjadi sarana pembinaan pemuda agar lebih aktif, berdaya saing, dan berperan nyata di masyarakat.

Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, mengatakan bahwa struktur Karang Taruna telah terbentuk lengkap, dengan pengurus dan divisi di berbagai bidang seperti olahraga, seni, dan keagamaan. Namun, aktivitas organisasi dinilai belum berjalan maksimal.

Baca Juga  Pemkab Kukar Tangani Kelangkaan Gas dengan Operasi Pasar di Lima Lokasi

“Sejujurnya kegiatan Karang Taruna masih di bawah harapan saya. Saya ingin pemuda di desa ini lebih aktif dan memberi kontribusi besar,” ujar Sarmin, Senin (21/7/2025).

Menurutnya, potensi generasi muda di Ponoragan cukup besar, tetapi terkendala oleh kesibukan masing-masing anggota sehingga beberapa program belum terlaksana optimal. Meski begitu, ia tetap mendukung penuh setiap inisiatif yang bermanfaat bagi kemajuan pemuda dan masyarakat.

Baca Juga  Loa Kulu Dorong Wisata dan Budaya Desa sebagai Penggerak Ekonomi

“Selama programnya positif untuk warga dan pemuda, saya akan dukung. Mereka adalah penerus kita semua,” tegasnya.

Saat ini Karang Taruna Ponoragan memiliki sekitar 20 anggota aktif. Walau jumlahnya belum banyak, Sarmin melihatnya sebagai awal yang baik untuk membangun regenerasi kepemimpinan desa. Ia berharap, ke depan lebih banyak anak muda yang berani mengambil peran dan tidak hanya menjadi penonton.

Baca Juga  SDN 4 Sangatta Utara Dorong Pendidikan Karakter untuk Hentikan Bullying di Sekolah

Upaya penguatan peran pemuda ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar melalui program peningkatan kapasitas organisasi kepemudaan.

Sarmin menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa proses pembinaan ini membutuhkan konsistensi dan kerja sama banyak pihak. “Hasilnya memang tidak instan, tapi jika dijalankan terus-menerus, dampaknya akan besar bagi kemajuan desa,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: