Pemkab Kutim Kebut Pembangunan Aula Gereja Toraja Senilai Rp2,59 Miliar

Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) kembali melanjutkan pembangunan fasilitas keagamaan melalui pekerjaan Aula Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta. Aula ini di bangun di menjadi salah satu proyek strategis yang mendapat prioritas pada tahun anggaran 2025.

Dengan nilai anggaran Rp2,59 miliar, proyek ini merupakan lanjutan dari gedung gereja yang telah dibangun sebelumnya. Lokasinya berada di Gang Saluparaik, Desa Singa Gembara, dan akan menjadi pusat kegiatan jemaat.

Baca Juga  56 Motor Dinas untuk Ketua RT Teluk Lingga, Pemkab Kutim Perkuat Jaringan Aspirasi Warga

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan dilakukan agar fasilitas ini dapat segera digunakan. “Proyek ini termasuk prioritas. Kami ingin jemaat bisa segera menikmati fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun pengerjaan dikebut, standar kualitas tetap menjadi fokus utama. “Kami selalu menekankan pentingnya kualitas. Pengerjaan cepat bukan berarti mengabaikan mutu,” tambahnya.

Baca Juga  Muara Badak Fokus Kembangkan Wisata Pantai, Dispar Kukar Beri Dukungan Penguatan SDM

Kontraktor pelaksana telah memulai pekerjaan dengan dukungan konsultan pengawas yang bertugas memastikan sistem kerja sesuai spesifikasi. Setiap material diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan dokumen teknis.

PUPR juga mewajibkan kontraktor memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan sekitar. Proyek harus berjalan tanpa mengganggu aktivitas warga atau jemaat di sekitarnya.

Aula ini dirancang untuk menampung berbagai aktivitas, mulai dari ibadah, rapat jemaat, hingga kegiatan sosial. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat Toraja yang makin berkembang.

Baca Juga  Dispar Kukar Gaet Teruna Dara untuk Edukasi Wisata di Kalangan Pelajar

Dengan proses pembangunan yang terus berjalan, pemerintah optimistis aula gereja dapat selesai tepat waktu. Proyek ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan di Kutim.(ADV)

Bagikan: