Pemkab Kutim Pastikan Koordinasi Intensif dengan Pertamina di Tengah Gangguan Pasokan Pertamax

Media Meratus, Kutai Timur – Kelangkaan Pertamax masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akibat gangguan distribusi dari Balikpapan, Pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa koordinasi dengan Pertamina terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan pasokan di lapangan.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menjelaskan bahwa kendala utama distribusi disebabkan terhalangnya jalur pelayaran oleh tongkang batubara yang kandas di kawasan Muara Balikpapan.

Kondisi tersebut menyebabkan kapal tanker pengangkut bahan bakar tidak dapat bersandar sesuai jadwal.

Baca Juga  Isu Pemangkasan APBD 2026 Mengemuka, PUPR Kutim Tegaskan Proyek Tetap Berjalan Sesuai Keputusan Daerah

“Kami sudah memastikan bahwa penyebab utama adalah hambatan pelayaran. Tongkang yang kandas membuat tanker Pertamina tidak bisa masuk dan ini berdampak langsung pada pasokan Pertamax,” ungkap Nora.

Selain hambatan navigasi, Nora menyebut bahwa pengurasan beberapa tangki Pertamax di Kilang Balikpapan juga menjadi faktor berkurangnya suplai.

Proses pembersihan tersebut dilakukan untuk mencegah potensi kontaminasi bahan bakar.

“Proses pembersihan memang mengurangi kapasitas suplai, tetapi itu bagian dari prosedur keamanan dan kualitas bahan bakar harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga  Dispar Kukar Rajut Kebersamaan Lewat Khataman dan Halalbihalal Usai Idulfitri

Pemkab Kutim kini fokus mengatur situasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Disperindag bersama Polres Kutim dan Dinas Perhubungan mengawasi antrean kendaraan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur utama.

Kondisi antrean di SPBU juga semakin panjang akibat banyaknya pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite.

Pergeseran pola konsumsi ini menyebabkan lonjakan permintaan pada satu jenis BBM dan memperpanjang antrean di sejumlah titik.

Baca Juga  Lurah Maluhu Ucapkan Terima Kasih Atas Kerjasama Masyarakat

Pertamina memperkirakan pasokan Pertamax dapat kembali normal dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Disperindag tetap meminta pembaruan informasi secara berkala untuk memastikan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Pemkab Kutim mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan tidak melakukan pembelian berlebih yang berpotensi memperparah situasi di SPBU.(ADV)

Bagikan: