Sawit Masih Dominan, Kaliorang Siapkan UMKM Pangan Lokal sebagai Penopang Ekonomi Masa Depan

Media Meratus, Kutai Timur – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Kaliorang hingga saat ini masih ditopang kuat oleh sektor perkebunan kelapa sawit. Aktivitas sawit dinilai memberikan kontribusi ekonomi paling signifikan, baik bagi pendapatan daerah maupun perputaran ekonomi masyarakat.

Keberadaan perkebunan sawit tidak hanya berdampak pada pemasukan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan. Kondisi ini menjadikan sektor sawit sebagai penggerak utama ekonomi Kaliorang dalam beberapa tahun terakhir.

Camat Kaliorang, Rusmono, mengakui bahwa besarnya PAD saat ini memang bersumber dari sektor sawit. “Kalau kita bicara PAD Kaliorang sekarang, yang paling besar memang masih dari sawit. Dampaknya sangat terasa bagi perekonomian kecamatan,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Kukar Lantik Penjabat Kepala Desa dan Anggota BPD Pengganti

Meski demikian, ketergantungan pada satu sektor dinilai memiliki risiko tersendiri. Fluktuasi harga komoditas global dapat berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah apabila tidak diimbangi dengan sektor lain.

Pemerintah kecamatan mulai mendorong langkah diversifikasi ekonomi sebagai strategi jangka panjang. Salah satu fokus yang disiapkan adalah pengembangan UMKM berbasis pangan lokal yang dinilai memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkelanjutan.

UMKM pangan lokal dianggap mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat karena berbasis pada sumber daya yang tersedia di wilayah sendiri. Selain itu, sektor ini juga relatif lebih stabil dibandingkan komoditas yang bergantung pada pasar global.

Baca Juga  DLHK Kukar Rencanakan Lokasi Baru untuk Atasi Keterbatasan Kapasitas TPA Bekotok

Pengembangan UMKM juga diharapkan mampu melibatkan lebih banyak masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata di tingkat akar rumput.

Pemerintah kecamatan terus mendorong pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing dan memiliki nilai tambah produk yang lebih tinggi.

Namun demikian, Rusmono menegaskan bahwa sektor sawit tetap menjadi penopang utama ekonomi Kaliorang saat ini. Selama sektor tersebut masih memberikan dampak positif, pemerintah akan tetap mendukung pengelolaannya secara berkelanjutan.

Baca Juga  DLHK Kukar Siapkan Peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan Konsep Segar

“Ketergantungan pada satu sektor memang berisiko, karena itu UMKM pangan lokal kami dorong sebagai solusi jangka panjang. Tapi tidak bisa dipungkiri, saat ini sawit masih yang paling besar kontribusinya bagi ekonomi Kaliorang,” kata Rusmono.

Ke depan, pemerintah kecamatan menargetkan terciptanya keseimbangan antara sektor perkebunan dan sektor UMKM. Sinergi keduanya diharapkan mampu menciptakan struktur ekonomi yang lebih kuat dan tahan terhadap gejolak pasar.

Dengan strategi tersebut, Kecamatan Kaliorang optimistis dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(ADV)

Bagikan: