Media Meratus, Kutai Timur – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Timur kini menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Hampir setiap hari, mereka menerima lima hingga enam laporan darurat dari masyarakat dengan jenis kejadian yang beragam.
Laporan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebakaran bangunan atau lahan, tetapi juga evakuasi hewan berbahaya seperti ular berbisa hingga kemunculan buaya liar di lingkungan permukiman warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur, Failu, mengatakan bahwa karakter tugas damkar saat ini sudah jauh berkembang.
“Kami hampir setiap hari menerima panggilan darurat. Bukan hanya soal api, tetapi juga evakuasi hewan berbahaya yang masuk ke permukiman,” ujarnya.
Dalam satu hari, petugas bisa menangani beberapa jenis kejadian berbeda secara berurutan. Pagi hari mengevakuasi ular dari rumah warga, siang menangani kebakaran lahan, dan malam hari kembali turun untuk menangani laporan buaya di parit atau kolam.
Intensitas laporan yang tinggi membuat petugas harus siaga penuh selama 24 jam. Dengan keterbatasan jumlah personel dan peralatan, pembagian tim dan penentuan prioritas menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa fungsi damkar kini tidak hanya sebagai pemadam kebakaran, tetapi juga sebagai unit penyelamatan multifungsi yang harus siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur menilai dukungan peralatan khusus sangat dibutuhkan, seperti tongkat penangkap ular, kandang evakuasi hewan, sarung tangan pelindung, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.
Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kejadian berbahaya kepada petugas resmi dinilai sebagai perkembangan positif. Warga tidak lagi mengambil risiko dengan menangani sendiri situasi yang berpotensi membahayakan.
Damkar Kutim juga terus memperkuat jaringan relawan Redcar serta memperluas koordinasi lintas kecamatan untuk mempercepat respons terhadap laporan yang masuk.
“Kami berharap ke depan ada penambahan personel dan peralatan, agar pelayanan damkar bisa lebih cepat, aman, dan profesional, apa pun jenis laporannya,” pungkas Failu.
Dengan peran yang semakin luas, Damkar Kutai Timur diharapkan mendapat dukungan yang sepadan agar mampu terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat.(ADV)





