Media Meratus, Kutai Timur – Aktivitas bus perusahaan yang kerap berhenti sembarangan di ruas jalan utama kembali menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur. Kebiasaan ini dinilai mengganggu arus lalu lintas dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Sejumlah titik di wilayah perkotaan Sangatta tercatat sering mengalami perlambatan akibat bus yang menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempat yang semestinya. Kondisi tersebut juga menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.
Kepala Seksi Bidang Lalu Lintas Dishub Kutai Timur, Zulkarnain, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan perusahaan terkait. “Kami sudah menyampaikan agar seluruh sopir bus perusahaan mematuhi rambu dan hanya berhenti di halte yang telah ditentukan,” ujarnya.
Dishub menilai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pihak perusahaan sebagai penyedia angkutan. Peran manajemen perusahaan dinilai sangat penting dalam mengawasi perilaku pengemudi di lapangan.
Menurut Dishub, berhentinya bus di badan jalan menyebabkan penyempitan jalur dan memperlambat arus kendaraan di belakangnya. Dampak tersebut semakin terasa ketika volume lalu lintas sedang tinggi.
Keluhan masyarakat pun terus berdatangan terkait aktivitas bus yang berhenti sembarangan. Warga menilai kebiasaan tersebut sudah berlangsung lama dan perlu ditangani secara tegas agar tidak terus berulang.
Sebagai langkah awal, Dishub Kutim mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan dan sosialisasi. Namun demikian, upaya ini tidak akan berhenti pada peringatan semata.
Dishub juga melakukan pemantauan rutin di sejumlah titik rawan pelanggaran. Data lapangan tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan.
Selain berdampak pada kelancaran lalu lintas, pelanggaran ini juga dinilai mencederai upaya pemerintah dalam menciptakan transportasi yang tertib dan aman.
“Jika imbauan tidak diindahkan, tentu akan kami tindaklanjuti dengan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ini demi kepentingan bersama,” tegas Zulkarnain.
Dishub Kutai Timur berharap adanya kesadaran dari seluruh pihak, khususnya perusahaan dan pengemudi, untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib, nyaman, dan bebas dari kemacetan yang seharusnya bisa dihindari.(ADV)





