Petani Kratom Kukar Capai 12 Ribu Orang, Produksi Ratusan Ton Tiap Bulan

Media Meratus, Kukar – Perkembangan komoditas kratom di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren yang terus meningkat. Saat ini, jumlah petani kratom tercatat telah mencapai sekitar 12 ribu orang, dengan kapasitas produksi berkisar antara 200 hingga 300 ton setiap bulan.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (16/4/2026). Kunjungan ini difokuskan pada studi pengelolaan dan pengembangan kratom sebagai komoditas unggulan daerah.

Dalam rombongan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Heri Rudiyono, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjajaki peluang kolaborasi dengan Pemkab Kukar. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terjalin melalui skema antarpemerintah maupun antar pelaku usaha.

Baca Juga  UMK Kukar 2026 Disepakati, Tembus Rp3,9 Juta dengan Kenaikan Hampir 6 Persen

“Sehingga harapan kita nanti dengan kerja sama di Kukar ini, komunitas kratom yang mungkin kita angkat itu bisa menjadi peluang baru bagi petani pekebun yang ada di Kaltara,” ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan wilayah serta hubungan historis antara Kaltara dan Kalimantan Timur menjadi nilai tambah dalam membangun sinergi.“Menurut kami, Kukar ini bagian dari saudara tua, bagian dari Kaltim. Jadi kalau kami ke Kukar sebenarnya seperti ke rumah sendiri. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kerja sama ini bisa kita tingkatkan dalam bentuk yang lebih konkret,” lanjutnya.

Lebih jauh, Heri mengungkapkan bahwa potensi kratom di Kaltara tersebar di sejumlah daerah, terutama kawasan pasang surut seperti Kabupaten Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan. Namun, pengelolaannya dinilai masih belum optimal.

Baca Juga  Aksi Damai di DPRD Kukar: Mahasiswa Desak RUU Pro-Rakyat hingga Reformasi Polri

“Yang paling banyak itu di Nunukan, khususnya di Kecamatan Sembakung, dalam jumlah besar. Hanya saja memang belum dikelola secara optimal. Kami juga baru mengetahui potensi ini, sehingga tidak ingin kehilangan waktu untuk segera menindaklanjutinya,” jelasnya.

Sementara itu, Sunggono menyambut positif kunjungan tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Provinsi Kaltara yang telah menjadikan Kukar sebagai salah satu wilayah potensial dalam pengembangan kratom,” ujarnya.

Baca Juga  Jalan Poros Muara Jawa-Sangasanga 'Ambyar' Diduga karena Tambang

Ia menegaskan bahwa Kukar telah memiliki fondasi produksi yang kuat dalam pengembangan komoditas tersebut.

“Dari data yang kami terima, jumlah petani kratom kita sudah menembus 12 ribu, dengan produksi yang pernah kita ekspor mencapai 200-300 ton per bulan. Dan peluangnya masih sangat terbuka lebar,” ungkapnya.

Sunggono juga menyoroti alur distribusi kratom dari Kaltara yang selama ini masih bergantung pada Kalimantan Barat. Ke depan, ia berharap distribusi tersebut dapat dialihkan melalui kerja sama dengan Kukar.

“Kita menyambut baik rencana kerja sama ini dan berharap bisa segera direalisasikan. Harapannya, manfaat dari kerja sama ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan,” pungkasnya.

Bagikan: