Wagub Kaltim Dorong Karang Taruna Ambil Peran dalam Hilirisasi Industri Sawit

Media Meratus, Kukar – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mendorong Karang Taruna agar terlibat aktif dalam pengembangan hilirisasi industri di daerah. Menurutnya, peluang tersebut sangat besar, terutama di sektor perkebunan sawit yang hingga kini belum sepenuhnya memiliki industri hilir.

Hal itu disampaikan Seno Aji saat memberikan sambutan pada Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Timur di Grand Elty Singgasana Hotel, Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memasukkan target swasembada pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga  Bupati Kukar Soal PPPK Mundur: Tak Siap ke Pelosok, Lebih Baik Mengundurkan Diri

“Dan juga di RPJMD Kalimantan Timur sudah tercatat bahwa kita akan melakukan swasembada pangan di akhir tahun 2026 atau awal 2027 yang akan datang,” ujar Seno Aji.

Ia menilai Karang Taruna memiliki peran strategis dalam mendukung program tersebut, termasuk dalam pengembangan sektor industri berbasis hilirisasi.

“Ini penting bagi kita, teman-teman sekalian yang ada di Karang Taruna, karena selain swasembada pangan, kita sekarang juga sedang berupaya untuk adanya hilirisasi industri,” katanya.

Seno Aji menjelaskan, Kalimantan Timur memiliki potensi besar di sektor perkebunan sawit dengan luas lahan mencapai sekitar 1,7 juta hektare. Namun, sebagian besar hasil perkebunan tersebut masih belum diolah melalui industri hilir di daerah.

Baca Juga  Jembatan Kedaton Agung Diresmikan, Infrastruktur Baru Tingkatkan Mobilitas Warga Tenggarong

“Nah ini juga dibutuhkan bagaimana Karang Taruna ini memiliki kesempatan mereka bisa masuk ke dalam hilirisasi-hilirisasi industri,” ucapnya.

Ia menyebut saat ini industri hilir sawit di Kalimantan Timur masih sangat terbatas. Menurutnya, baru terdapat dua industri minyak goreng yang beroperasi, masing-masing berada di Bontang dan Balikpapan.

“Banyaknya sawit yang ada di Kalimantan Timur ada kurang lebih 1,7 juta hektare. Sawit tertanam di Kalimantan Timur ini belum memiliki hilirisasi industri, terkecuali minyak goreng yang ada dua, yang pertama ada di Bontang dan yang kedua di Balikpapan,” jelasnya.

Baca Juga  Korupsi RPU Rp20 Miliar, Nama Baru Muncul sebagai Pengendali Proyek

Karena itu, ia berharap Karang Taruna dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan membangun kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha muda.

“Ini adalah kesempatan yang sangat besar bagi Karang Taruna, kemudian juga mungkin didukung dengan Hipmi ke depannya, supaya hilirisasi industri terjadi di Kalimantan Timur,” tutup Seno Aji.

Bagikan: