Aulia Dorong Program Pembinaan Keagamaan ASN yang Telah Berjalan di Kukar Tetap Dipertahankan

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Dok: Media Meratus)

Media Meratus, Kutai Kartanegara – Program pembinaan keagamaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menjadi salah satu hal yang ingin dipertahankan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Ia menilai program yang telah dirintis pemimpin sebelumnya perlu dilanjutkan karena memiliki peran dalam membentuk karakter dan moral aparatur.

Salah satu program yang menjadi perhatian ialah Gerakan Etam Mengaji Al-Qur’an (GEMA). Gerakan tersebut dinilai tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kemampuan membaca kitab suci, tetapi juga membangun watak dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan.

Baca Juga  Perayaan Budaya HUT ke-55 Maluhu Dapat Dukungan Dispar Kukar

Aulia mengatakan, GEMA merupakan program yang telah lama berjalan di Kukar. Karena itu, keberlangsungannya perlu dikawal agar manfaatnya tetap dirasakan oleh ASN.

“GEMA merupakan gerakan yang sangat baik dan sudah berjalan cukup lama di Kukar. Ini harus kita kawal keberlangsungannya karena merupakan salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak para ASN di lingkungan Pemkab Kukar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kebijakan sebelumnya yang mengaitkan kemampuan membaca kitab suci dengan persyaratan administrasi kepegawaian. Kebijakan tersebut pernah diterapkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ketika mengambil maupun memperpanjang surat keputusan (SK).

Baca Juga  Puskesmas Teluk Lingga Terus Tingkatkan Pelayanan Gigi Menuju Fasilitas yang Lebih Lengkap

Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak hanya diperuntukkan bagi ASN beragama Islam. Pegawai yang beragama Kristen, Katolik, maupun agama lainnya juga didorong memahami dan menjalankan ajaran agama masing-masing.

“Dulu, kita ingat ketika PPPK akan mengambil atau memperpanjang SK, mereka disyaratkan harus bisa mengaji bagi yang beragama Islam. Bagi yang beragama Kristen dan Katolik, harus bisa membaca kitab suci. Begitu juga dengan hal-hal pokok dalam agama-agama lainnya sesuai dengan agama masing-masing,” jelasnya.

Aulia menegaskan, keberlanjutan program-program positif merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah yang melanjutkan kepemimpinan di daerah. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya membuat program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan pemerintahan terhenti.

Baca Juga  Bupati Kukar Dorong Plat Kendaraan Lokal dan Ekspor Desa untuk Perkuat Fiskal Daerah

“Ini merupakan tanggung jawab kita yang melanjutkan kepemimpinan untuk menjaga keberlangsungan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kukar,” pungkasnya.

Pemkab Kukar berharap keberlanjutan GEMA dan program pembinaan keagamaan lainnya dapat memperkuat karakter ASN. Dengan demikian, nilai-nilai moral dan keagamaan tidak hanya menjadi pedoman pribadi, tetapi juga tercermin dalam sikap dan pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah. (Adv)

Bagikan: