KUKAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran film “Misteri Tuana Tuha”, sebuah karya kreatif generasi muda yang mengangkat cerita rakyat dan kearifan lokal. Film ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kukar sebagai upaya menjaga warisan budaya tetap hidup di era modern.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyatakan kebanggaannya atas semangat anak muda dalam mendokumentasikan legenda lokal melalui medium film.
“Kami sangat menghargai inisiatif seperti ini. Dengan mengemas cerita rakyat dalam bentuk film, nilai-nilai budaya masa lalu bisa tetap lestari dan dinikmati generasi sekarang,” ujar Puji pada Sabtu (05/7/2025).
Selain mendukung pelestarian cerita rakyat, Puji juga menekankan pentingnya menjaga bahasa Kutai sebagai identitas budaya daerah. Menurutnya, film lokal bisa menjadi sarana efektif untuk mempertahankan bahasa daerah dari ancaman kepunahan.
“Kami aktif mendorong pelestarian bahasa Kutai melalui berbagai program, seperti Festival Bahasa Ibu yang bahkan pernah ditampilkan di tingkat nasional. Kami juga berharap bahasa daerah lebih sering digunakan dalam acara-acara resmi,” jelas Puji.
Puji berharap, kehadiran film “Misteri Tuana Tuha” dapat memicu lebih banyak inisiatif serupa dari generasi muda Kukar. Ia menegaskan bahwa Disdikbud siap mendukung upaya-upaya kreatif dalam melestarikan budaya dan bahasa daerah.
“Kami ingin anak muda sadar bahwa melestarikan budaya tidak harus kuno. Dengan cara kreatif seperti film, mereka bisa turut menjaga warisan leluhur sekaligus mengekspresikan diri,” pungkasnya.
Dukungan Disdikbud Kukar terhadap proyek ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak karya budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya khazanah lokal. (Adv)





