Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Stunting di Kaliorang

Media Meratus, Kutai Timur – Upaya penanganan stunting di Kecamatan Kaliorang terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Pemerintah kecamatan menilai persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal.

Berbagai langkah intervensi telah dilakukan secara terpadu, mulai dari penguatan peran pemerintah desa hingga dukungan dari sektor swasta. Sinergi ini diarahkan untuk memastikan program pencegahan dan penanganan stunting berjalan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Camat Kaliorang, Rusmono, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan semata-mata menjadi tugas puskesmas atau dinas kesehatan.

“Kami mendorong kerja sama antar desa sebagai ujung tombak di lapangan. Ketika semua desa bergerak bersama, upaya penurunan stunting akan jauh lebih efektif,” ujarnya.

Baca Juga  Dari Ruang Kelas ke Sungai Tabang, Guru Honorer Ini Buka Pintu Wisata ke Mancanegara

Melalui kerja sama antar desa, berbagai program pendampingan keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih merata. Pemerintah desa berperan aktif dalam pendataan, edukasi gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Selain pemerintah desa, keberadaan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Kaliorang juga memberikan kontribusi nyata. Dukungan tersebut diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang menyasar pemenuhan gizi dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Peran dunia usaha dinilai penting karena mampu memperkuat sumber daya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program stunting. Bantuan yang diberikan menjadi pelengkap bagi intervensi yang telah dijalankan pemerintah.

Baca Juga  Pemkab Kukar Dukung Penuh Optimalisasi Layanan Digital Pantau BPKB Etam di 20 Kecamatan

Tak hanya itu, aparat penegak hukum dan keamanan turut mengambil bagian dalam upaya ini. Keterlibatan TNI dari Lanal serta jajaran Polsek menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program stunting di tingkat kecamatan.

Sinergi dengan aparat keamanan dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti pemberian bantuan kepada keluarga berisiko stunting serta dukungan dalam kegiatan edukasi kesehatan masyarakat.

Langkah kolaboratif ini menunjukkan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga  Bupati Kukar Lakukan Panen Perdana Melon Hidroponik di Desa Rapak Lambur

“Dengan dukungan perusahaan, pemerintah desa, serta aparat TNI dan Polri, kami optimistis Kaliorang mampu menekan angka stunting secara bertahap. Kuncinya ada pada kebersamaan dan konsistensi,” kata Rusmono.

Pemerintah Kecamatan Kaliorang berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap program berjalan selaras dan tepat sasaran. Evaluasi rutin juga dilakukan guna memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan hasil.

Melalui kolaborasi yang solid dan berkelanjutan, Kecamatan Kaliorang menargetkan penurunan angka stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.(ADV)

Bagikan: