Eks Tanjung Disulap Jadi Pusat Seni dan Budaya, Dispar Kukar Fokus Tata Kawasan Jadi Destinasi Wisata Hijau

Kawasan eks. Tanjung Tenggarong. Sumber: istimewa

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar Kukar) terus melakukan penataan kawasan eks Tanjung agar menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang representatif sekaligus berfungsi sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya.

Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kukar.

“Kami ingin menghadirkan ruang publik yang nyaman, bersih, dan memiliki fungsi sosial-budaya, di mana masyarakat dan wisatawan bisa menikmati pertunjukan seni sekaligus bersantai di tengah kota,” ujar Arianto, Senin (24/3/2025).

Baca Juga  Kades Kahala Ajak Warga Sukseskan Pemungutan Suara Ulang 19 April 2025

Salah satu tantangan dalam penataan ini adalah keberadaan para pedagang di sekitar kawasan eks Tanjung. Dispar Kukar kini sedang melakukan pendekatan secara persuasif untuk memastikan relokasi atau penyesuaian lokasi dagang tetap memperhatikan hak dan kebutuhan para pelaku usaha kecil.

“Kami berusaha agar penataan ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi pedagang. Solusi alternatif tengah disiapkan, agar mereka tetap dapat berjualan di tempat yang tertata dan mendukung estetika kawasan,” jelas Arianto.

Baca Juga  Dispar Kukar Gaet Teruna Dara untuk Edukasi Wisata di Kalangan Pelajar

Rencana ini diharapkan dapat mewujudkan ruang terbuka publik yang lebih tertib, ramah keluarga, serta menjadi magnet baru bagi wisatawan yang ingin menikmati nuansa budaya lokal di Kota Raja.

Jika penataan berjalan sesuai jadwal, kawasan eks Tanjung yang kini direvitalisasi menjadi RTH diharapkan sudah bisa difungsikan secara penuh setelah perayaan Lebaran.

Baca Juga  Embung Pertanian di Maluhu Resmi Beroperasi, Dukung Produktivitas Petani Lokal

Masyarakat pun menyambut positif rencana ini, terutama karena kehadiran RTH tersebut akan menambah pilihan ruang publik yang bersih dan artistik, sekaligus memperkuat identitas budaya Kukar.

Arianto menambahkan, komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pedagang akan terus dilakukan agar proses transisi berjalan lancar dan kawasan eks Tanjung bisa berkembang menjadi ikon baru pariwisata dan ruang kreatif bagi pelaku seni lokal. (Adv)

Bagikan: