Gereja Toraja Jemaat Prima Dibangun sebagai Proyek Strategis Daerah Kutim

Media Meratus, Kutai Timur – Gedung Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta mulai dibangun sebagai salah satu proyek strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun anggaran 2025. Pembangunan berlokasi di Jalan Pongtiku, wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Toraja.

Proyek ini memiliki nilai kontrak Rp8,96 miliar dengan pembiayaan APBD Kutai Timur. PT Karya Inti Bumi Konstruksi sebagai kontraktor utama diberi waktu 45 hari kalender untuk menyelesaikan pekerjaan. Konsultan pengawas adalah CV Kalitcons Desain.

Baca Juga  Margahayu Tumbuh Mandiri Berkat Perkebunan Karet dan Sawit

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa proyek ini menjadi perhatian pemerintah karena masuk kategori pembangunan kepentingan strategis daerah.

“Gereja ini bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Toraja,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan kontraktor terhadap standar konstruksi. “Kami ingin pekerjaan ini dilakukan secara profesional. Kualitas harus dijaga karena bangunan ini akan digunakan dalam jangka panjang,” tambah Joni.

Baca Juga  HKN ke-61 di Kutim Dimaknai dengan Aksi Nyata, Layanan Cek Kesehatan dan Donor Darah Diserbu Warga

Pembangunan tahap awal ini mencakup pekerjaan struktur sebagai fondasi utama bangunan. Setelah tahap ini selesai, pembangunan akan berlanjut sesuai kebutuhan jemaat.

Gereja Jemaat Prima merupakan salah satu pusat kegiatan rohani yang cukup besar di Sangatta. Pemerintah melihat perlunya fasilitas yang lebih representatif untuk mengakomodasi pertumbuhan jemaat.

Selain ibadah, gereja ini juga digunakan untuk kegiatan pembinaan generasi muda, pelayanan kategorial, hingga pertemuan komunitas. Fasilitas baru ini diharapkan memperkuat aktivitas tersebut.

Baca Juga  Festival Nasi Bekepor Unikarta Jadi Wadah Pelestarian Budaya Kukar

PUPR memastikan setiap perkembangan pekerjaan akan dipantau melalui konsultan pengawas. Pemerintah tidak ingin kualitas bangunan terabaikan akibat keterbatasan waktu.

Dengan ditetapkannya gereja ini sebagai proyek strategis, pemerintah berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Toraja di Sangatta.(ADV)

Bagikan: