Inovasi Parkitmas, Disdukcapil Kutim Mudahkan Warga Urus Dokumen Sejak Hari Kelahiran

Media Meratus, Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui program Parkitmas (Pelayanan Kependudukan di Rumah Sakit dan Puskesmas), kini warga bisa langsung mengurus dokumen kependudukan sejak hari pertama bayi dilahirkan.

Program ini hadir sebagai jawaban atas kendala masyarakat dalam mengurus akta kelahiran dan NIK bagi bayi baru lahir. Kini, setiap ibu yang melahirkan di rumah sakit atau puskesmas langsung dilayani oleh operator Parkitmas tanpa perlu ke kantor Disdukcapil.

Baca Juga  Takbir Menggema di Langit Tenggarong Sambut Idulfitri 1446 H

Kepala Disdukcapil Kutim Jumeah, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa program ini dibuat agar layanan adminduk benar-benar hadir di tempat masyarakat membutuhkan.

“Parkitmas kami hadirkan agar ibu yang melahirkan tak perlu repot datang ke kantor Capil. Semua dokumen anak yang baru lahir mulai dari akta kelahiran hingga pembaruan KK dan KTP keluarga, bisa langsung diurus dan diterbitkan,” jelas Jumeah.

Baca Juga  Empat Desa di Tenggarong Seberang Dilirik Investor Malaysia, Loa Raya Siap Jadi Sentra Perkebunan

Selain mempercepat layanan, program ini juga memberikan manfaat sosial yang besar. Bayi yang baru lahir langsung memiliki NIK, sehingga bisa segera didaftarkan dalam jaminan kesehatan seperti BPJS.

Menurut Jumeah, kemudahan ini membuktikan bahwa pelayanan publik di Kutim tidak hanya administratif, tetapi juga memiliki nilai kemanusiaan tinggi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Capil itu bukan sekadar urus dokumen, tapi tentang membantu warga menjalani kehidupan dengan tenang dan pasti,” ujarnya.

Baca Juga  Camat Tenggarong: Proses Rekapitulasi Hasil PSU Dimulai, Direncanakan Sesuai Prosedur dan Lancar

Parkitmas kini sudah berjalan di hampir seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kutim, baik negeri maupun swasta. Program ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar dalam pelayanan publik.(ADV)

Bagikan: