Media Meratus, Kutai Timur – Keterlibatan pemuda dalam dunia pertanian terus dipacu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui kolaborasi antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim.
Fokus program ini adalah mengajak pemuda untuk terjun dalam budidaya padi sawah dengan pendekatan modern dan efisien.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyebut bahwa dunia pertanian membutuhkan wajah baru yang energik.
“Kami ingin menciptakan regenerasi petani. Tidak mungkin sektor ini hanya bertahan dengan petani yang sudah senior,” ucapnya.
Program pembinaan pemuda dilakukan melalui pelatihan penggunaan alat modern seperti drone penyemprot dan traktor multi-fungsi. Menurut Dessy, teknologi menjadi nilai tambah yang membuat sektor pertanian semakin relevan bagi generasi muda.
Selain pelatihan, pemerintah menawarkan kesempatan bagi pemuda untuk mengelola lahan sawah di Kongbeng yang tidak digunakan selama musim tanam tradisi Dayak antara September hingga Maret.
Dessy menerangkan bahwa kerja sama pengelolaan lahan dilakukan melalui mekanisme resmi dengan kelompok tani.
“Lahan-lahan tidur ini bisa menjadi kesempatan pemuda untuk mulai bertani dengan dukungan pemerintah,” jelasnya.
Secara ekonomi, program ini sangat potensial. Keuntungan panen per hektare dapat mencapai lebih dari Rp30 juta dengan biaya produksi sekitar Rp15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki prospek ekonomi kuat bagi generasi muda.
DTPHP memastikan program ini tidak hanya mengajak, tetapi juga membina pemuda secara intensif agar mereka siap menjadi petani modern.
Pendampingan diberikan secara menyeluruh mulai dari proses awal hingga panen.
“Kami ingin pemuda melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan kasar, tetapi sebagai usaha yang bernilai tinggi,” tegas Dessy.
Dengan dukungan KNPI, pemerintah berharap terciptanya komunitas petani muda yang mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(ADV)





