Kukar Pastikan Stok Beras Tetap Terkendali di Tengah Kekosongan di Daerah Lain

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani. Sumber: mediameratus.com

KUKAR – Meski sejumlah wilayah di Kalimantan Timur mengalami kelangkaan beras, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipastikan masih memiliki pasokan yang aman. Kepastian ini disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar usai melakukan pemantauan langsung.

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan di gudang Bulog Samarinda yang menjadi pusat distribusi beras untuk Kukar.

Baca Juga  60 Festival Meriah Siap Ramaikan Kalender Wisata Kukar Sepanjang Tahun 2025

“Memang Kukar tidak memiliki gudang Bulog sendiri. Namun dari hasil pengecekan pekan lalu di Samarinda, stok beras masih aman,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).

Bustani menambahkan, Kukar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah karena merupakan salah satu sentra produksi padi di Kaltim. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Kukar mencapai sekitar 40 persen dari total produksi padi provinsi ini.

Baca Juga  Disdikbud Kukar Sambut Positif Inisiatif Bimbel Gratis KNPI dalam Peringatan Hardiknas 2025

Di tingkat pedagang, ketersediaan beras juga dinilai aman. Supriyono, penjual beras di Pasar Mangkurawang, mengatakan stok yang ia miliki masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Menurutnya, hasil panen petani lokal yang segera tiba akan semakin memperkuat pasokan.

“Stok dari petani lokal, terutama dari Muara Kaman dan Rapak Lambur, masih lancar. Kalau pun ambil dari luar, itu hanya kalau stok lokal habis,” jelasnya.

Baca Juga  Pemberdayaan Perempuan Jadi Strategi Ekonomi di Kelurahan Bukit Biru

Beras lokal, kata Supriyono, memiliki banyak peminat karena cita rasa yang sesuai dengan selera warga setempat. Harga beras kualitas tinggi saat ini berkisar Rp15.000 per kilogram, dan bisa turun menjadi sekitar Rp14.000 ketika panen raya tiba. Untuk kualitas menengah dan rendah, harganya lebih terjangkau.

“Kebanyakan warga di sini memang memilih beras lokal, jadi pasarnya tetap terjaga,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: