Kutim Ukur Keberhasilan Program Transmigrasi dari Pertumbuhan Ekonomi Warga

Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat arah pembangunan transmigrasi dengan menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sebagai tolok ukur utama keberhasilan program. Pendekatan ini diambil agar setiap kegiatan benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Timur (Kutim), Roma Malau, menyatakan bahwa keberhasilan program tidak dapat dilihat dari sisi administratif semata, tetapi harus terukur melalui peningkatan ekonomi mikro di kawasan transmigrasi.

Baca Juga  Amplang Balet Teluk Dalam Menembus Pasar Internasional

“Kami ingin hasilnya nyata, bukan hanya seremonial. Kalau warga bisa meningkatkan penghasilan dan membuka usaha, itu baru namanya berhasil,” ujar Roma.

Program yang dijalankan meliputi pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha kecil, hingga kemitraan dengan sektor industri.

Langkah ini dirancang agar masyarakat mampu mengelola potensi lokal menjadi sumber ekonomi produktif, mengingat daerah yang baik adalah daerah yang mampu mendorong ekonomi mandiri.

Baca Juga  Empat Subsektor Ekraf Diproyeksikan Jadi Sumber Pendapatan Baru Masyarakat Kutai Timur

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan peningkatan kemampuan digital dan pengelolaan usaha agar pelaku usaha transmigrasi mampu memperluas pasar mereka.

“Kita ukur dari pertumbuhan ekonomi mikro. Kalau masyarakatnya mulai berdaya, berarti program berjalan efektif,” tambah Roma.

Disnakertrans Kutim berharap, pola pembangunan yang menekankan hasil ini dapat mempercepat proses kemandirian masyarakat. Program transmigrasi tidak hanya menjadi proyek pemindahan penduduk, tetapi juga wadah pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Akses Vital Kaliorang – Maloy Mulai Ditingkatkan, Jalan Bangun Jaya – Citra Manunggal Jaya Digarap

Dengan pengawasan berkelanjutan dan dukungan lintas sektor, Kutim optimistis transmigrasi akan menjadi simbol pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.(ADV)

Bagikan: