Media Meratus, Kutai Kartanegara – Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, masih menunggu kepastian operasional setelah pembangunannya rampung. Badan Gizi Nasional (BGN) disebut telah memberikan sinyal agar dapur-dapur tersebut dapat segera beroperasi setelah sebelumnya tertahan kebijakan moratorium.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan terdapat sekitar 72 SPPG yang telah dibangun di wilayah Kukar. Jumlah itu terdiri dari 17 dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekitar 53 dapur di wilayah lainnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menerima penyampaian dari BGN mengenai peluang pembukaan kembali operasional SPPG yang memenuhi persyaratan.
Sunggono menyebutkan, dalam pertemuan daring bersama Kepala BGN, disampaikan komitmen untuk mengoperasikan dapur-dapur yang telah selesai dibangun dan memenuhi ketentuan.
“Komitmen dari Kepala BGN kemarin ketika Zoom dengan kami semua itu disampaikan, insyaallah semua dapur SPPG yang sudah terbangun di Kukar, yang jumlahnya sekitar 70-an, semuanya akan dioperasikan,” ujarnya.
Meski demikian, penyelesaian pembangunan belum otomatis membuat seluruh dapur bisa langsung melayani masyarakat. Setiap SPPG tetap harus melewati tahapan verifikasi dan tercatat dalam portal BGN sebelum memperoleh izin operasional.
“Yang akan dioperasikan atau diizinkan untuk dibuka adalah yang sudah terbangun selama ini, sudah selesai, sudah terverifikasi, dan sudah termasuk dalam portal dari BGN,” jelasnya.
Salah satu langkah awal pembukaan SPPG di Kukar sebelumnya ditandai dengan kegiatan seremonial di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana. Wilayah 3T juga menjadi bagian dari sasaran pengembangan layanan tersebut.
Keberadaan puluhan dapur ini diharapkan memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat di Kukar. Namun, realisasi pengoperasiannya masih bergantung pada pemenuhan persyaratan dan kebijakan BGN.
Pemerintah daerah pun menunggu tindak lanjut dari kebijakan tersebut agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya. (Adv)





