Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah meskipun kondisi pendapatan sedang mengalami penurunan. Salah satu strategi yang ditempuh adalah melalui penerapan skema multiyears (MY) yang dinilai lebih adaptif terhadap dinamika keuangan daerah.
Skema multiyears tersebut dirancang agar proyek-proyek strategis tetap dapat berjalan tanpa membebani anggaran dalam satu tahun berjalan. Dengan pengaturan tahapan yang matang, pemerintah daerah memastikan pembangunan tetap berada di jalur yang aman dan terencana.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa penyesuaian skema dilakukan sebagai respons atas kondisi fiskal daerah. “Karena menyesuaikan pendapatan, maka skema multiyears kita bagi menjadi dua tahap. Periode 2026–2027 dan kemudian 2028–2029 sudah kami siapkan,” ungkapnya.
Melalui pembagian tahap tersebut, pemerintah daerah dapat menjaga kesinambungan proyek sekaligus memastikan kemampuan fiskal tetap terkendali. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan tidak terhenti di tengah jalan.
Ardiansyah menegaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak berarti mengurangi komitmen terhadap pembangunan. Justru, perencanaan dilakukan lebih selektif dengan menitikberatkan pada kebutuhan yang benar-benar mendasar bagi masyarakat.
Proyek-proyek yang bersifat fundamental tetap menjadi prioritas utama. Di antaranya adalah perbaikan dan peningkatan akses jalan, serta penguatan layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat luas.
Untuk tahap awal multiyears periode 2026–2027, pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran dengan nilai yang cukup besar. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp1 triliun.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada proyek-proyek prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap konektivitas wilayah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kutai Timur.
Pemerintah daerah juga terus melakukan evaluasi agar setiap program yang dijalankan benar-benar efisien dan tepat sasaran, sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Walaupun ada penyesuaian anggaran, proyek-proyek yang menyangkut akses jalan dan layanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas. Itu tidak kami tinggalkan,” tegas Ardiansyah Sulaiman.
Ia menambahkan, skema multiyears memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pembangunan tanpa harus mengambil risiko fiskal yang berlebihan.
Dengan perencanaan yang matang dan pembagian tahap yang jelas, Pemkab Kutai Timur optimistis pembangunan daerah tetap dapat berjalan berkelanjutan, meski di tengah tantangan penurunan pendapatan daerah.(ADV)





