Program RTLH 2025 Siap Menjangkau 18 Kecamatan di Kutai Timur

Media Meratus, Kutai Timur – Program RTLH Kutai Timur (Kutim) tahun 2025 diproyeksikan menjangkau seluruh 18 kecamatan dalam periode lima tahun. Pemerintah menargetkan pembangunan rumah baru dan rehabilitasi rumah tidak layak huni secara merata agar kualitas permukiman meningkat di semua wilayah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kutim, Akhmad Iip Makruf, menyebut bahwa tahun ini pemerintah menargetkan 200 rumah baru dan 500 rumah yang akan diperbaiki.

Baca Juga  DP3A Sosialisasikan Layanan Pengaduan SAPA 129 Bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

“Program 2025 ini bagian dari target lima tahun. Total 1.000 rumah baru akan dibangun dan rehabilitasi dilakukan di seluruh kecamatan,” jelasnya.

Tahun lalu, beberapa kecamatan seperti Sangatta Selatan dan Sangatta Utara telah mendapatkan porsi pembangunan rumah baru. Untuk tahun ini, data lengkap penerima masih dalam penyusunan, namun jangkauan dipastikan terus meluas ke daerah lainnya.

Pemerintah menyadari bahwa kebutuhan rumah layak di Kutim bervariasi antardaerah. Oleh sebab itu, pemerataan bantuan menjadi titik fokus agar tidak ada kecamatan yang tertinggal dalam peningkatan kualitas hunian.

Baca Juga  Bupati Cup Voli Jadi Pintu Seleksi Porprov, Kutim Siapkan Regenerasi Atlet Unggulan

“Untuk lima tahun, targetnya 18 kecamatan. Tahun ini datanya akan segera dirilis,” ujar Iip.

Program RTLH 2025 juga menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah serta kawasan kumuh. Pemerintah menilai peningkatan kualitas hunian menjadi langkah penting dalam menurunkan tingkat kerentanan sosial.

Untuk rumah baru, pemerintah menerapkan model bangunan knockdown ramah lingkungan. Model ini dipilih karena lebih efisien dan dapat dibangun di berbagai kondisi wilayah. Anggaran yang disiapkan untuk rumah baru mencapai Rp116 juta per unit.

Baca Juga  Embalut Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Produktif

Sementara itu, rehabilitasi rumah dialokasikan dana antara Rp50 juta hingga Rp60 juta. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar rumah benar-benar kembali layak huni.

Respons warga terhadap program ini juga sangat baik. Tidak ada penolakan atau permintaan untuk mengganti bantuan menjadi uang. Sebaliknya, banyak warga yang mengajukan permohonan tambahan.(ADV)

Bagikan: