Ruang Publik Jadi Panggung Seni, Disdikbud Kukar Gandeng Komunitas Hidupkan Aktivitas Budaya

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, M Saidar (Dok: Media Meratus)

Media Meratus, Kutai Kartanegara – Pelestarian seni dan budaya di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga dengan membuka ruang bagi komunitas untuk beraktivitas dan menampilkan karya. Salah satunya melalui kegiatan ekspresi budaya yang rutin digelar di sejumlah ruang publik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar mendorong kegiatan tersebut agar komunitas seni memiliki wadah untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kesenian kepada masyarakat luas.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, M Saidar, mengatakan kegiatan ekspresi budaya sudah berjalan selama beberapa tahun dengan melibatkan komunitas seni di Tenggarong dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Baca Juga  Kenalkan Objek Wisata, Melalui Lomba Fashion Show

Di Tenggarong, misalnya, Komunitas Takeru rutin menggelar pertunjukan setiap malam Minggu di Taman Musik. Berbagai aktivitas seni dan budaya ditampilkan sebagai bagian dari upaya menjaga ruang kreatif bagi para pegiat seni lokal.

Aktivitas serupa juga berlangsung di Kecamatan Loa Kulu. Komunitas seni setempat memanfaatkan malam Minggu untuk menggelar kegiatan dengan melibatkan pelaku seni di lingkungan mereka.

“Jadi, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan komunitas-komunitas yang ada di Tenggarong dan sekitarnya untuk menjaga serta mengembangkan kegiatan seni dan budaya di ruang publik,” ujar Saidar.

Baca Juga  Awasi Disiplin Pegawai, BKPSDM Kukar Siapkan Sidak ke Kafe dan Warkop

Ia menjelaskan, keberlangsungan kegiatan tersebut ditopang dukungan berbagai pihak. Untuk aktivitas di Taman Musik, terdapat bantuan anggaran dari bidang sejarah Disdikbud Kukar. Sementara kegiatan di Loa Kulu mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat.

Menurutnya, keterlibatan komunitas dan dukungan pemerintah di tingkat lokal menjadi bagian penting agar kegiatan kebudayaan tidak hanya bergantung pada agenda seremonial, tetapi bisa berlangsung secara rutin.

Baca Juga  Festival Ekraf Kutim 2025 Jadi Titik Nyala Kreativitas dan Pariwisata Daerah

Di sisi lain, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar menjalankan lima program utama, meliputi pengelolaan kebudayaan, kesenian tradisional, pelestarian sejarah, permuseuman, serta pengelolaan permuseuman.

Melalui berbagai program tersebut, Disdikbud Kukar berupaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebudayaan daerah. Ruang publik pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah tumbuhnya kreativitas dan aktivitas seni masyarakat.

Dengan pola kolaborasi bersama komunitas, kegiatan ekspresi budaya diharapkan terus berlanjut dan memberi kesempatan lebih luas bagi pegiat seni lokal untuk menunjukkan karya mereka. (Adv)

Bagikan: