APD Terbatas, Petugas Damkar Kutim Terpaksa Bergantian Pakai Seragam Tahan Panas

Media Meratus, Kutai Timur – Keterbatasan alat pelindung diri (APD) dan seragam khusus pemadam kebakaran masih menjadi persoalan serius di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Timur. Minimnya perlengkapan membuat sejumlah regu terpaksa menggunakan seragam tahan panas secara bergantian saat bertugas.

Kondisi tersebut terjadi di hampir seluruh pos pemadam di kecamatan. Bahkan, ada pos yang hanya memiliki satu hingga dua set seragam lengkap untuk seluruh personel yang berjaga setiap hari.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur, Failu, mengakui keterbatasan ini sudah berlangsung cukup lama. “Ada regu yang harus bergiliran memakai seragam karena jumlahnya sangat terbatas. Begitu satu regu selesai bertugas, seragam langsung dipakai regu berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga  Muara Badak Siap Sukseskan HKG PKK 2025 dengan Semangat Dongkrak UMKM Lokal

Padahal, seragam tahan panas merupakan perlengkapan vital yang berfungsi melindungi petugas dari suhu ekstrem, percikan api, serta asap berbahaya. Namun dalam praktiknya, sebagian petugas terpaksa turun ke lapangan dengan perlengkapan yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Idealnya, setiap petugas pemadam kebakaran memiliki satu set APD lengkap yang terdiri dari baju dan celana tahan panas, sepatu khusus, sarung tangan, serta helm pelindung. Sayangnya, hingga kini hanya satu pos di Kutai Timur yang memiliki perlengkapan tersebut secara utuh.

Baca Juga  Sinergi Antarlembaga Jadi Fondasi Musrenbang RKPD Kukar 2026

Keterbatasan APD membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati, terutama saat menangani kebakaran besar atau penyelamatan di area berisiko tinggi. Situasi ini tentu meningkatkan potensi bahaya bagi keselamatan personel di lapangan.

Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Timur telah mengusulkan penambahan seragam dan APD melalui anggaran daerah serta pengadaan lewat sistem e-Katalog pada tahun ini. Prioritas pengadaan diarahkan ke pos-pos yang paling aktif dan rawan kejadian.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membuka peluang bantuan peralatan tambahan guna memperkuat kesiapsiagaan petugas.

Baca Juga  Dalam Rangka Pengendalian Inflasi, Pemkab Kukar Laksanakan Rapat Koordinasi

Failu menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi perhatian utama, mengingat mereka berada di garis terdepan saat bencana terjadi.

“Harapan kami tahun ini minimal 50 set seragam baru bisa direalisasikan. Ini bukan soal penampilan, tapi soal keselamatan, nyawa, dan profesionalitas kerja,” pungkasnya.

Dengan terpenuhinya kebutuhan APD, Disdamkar Kutai Timur berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal, cepat, dan aman, tanpa harus mengorbankan keselamatan para petugas di lapangan.(ADV)

Bagikan: