Kutai Timur Miliki Bus Sekolah Listrik, Dishub–Disdik Perkuat Kolaborasi Transportasi Ramah Lingkungan

Media Meratus, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai melangkah ke arah transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan satu unit bus sekolah berbasis listrik. Kehadiran armada ini menjadi tonggak awal penerapan kendaraan listrik di sektor pelayanan publik, khususnya pendidikan.

Bus sekolah listrik tersebut secara teknis berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kutai Timur. Namun dalam operasional harian dan pemanfaatannya, pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan sebagai pengguna utama layanan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kutai Timur, Abdul Muis, menjelaskan bahwa skema ini dirancang agar fungsi bus benar-benar optimal untuk mendukung kebutuhan pelajar.

Baca Juga  DP3A Sosialisasikan Layanan Pengaduan SAPA 129 Bagi Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

“Secara aset dan teknis kendaraan ada di Dishub, tetapi pengoperasiannya disesuaikan dengan kebutuhan Dinas Pendidikan sebagai pengguna langsung,” ujarnya.

Menurutnya, bus sekolah listrik ini berbeda dengan armada konvensional karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Seluruh sistem penggerak mengandalkan tenaga listrik, sehingga lebih ramah lingkungan dan minim emisi.

Selain aspek lingkungan, kehadiran bus listrik juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengikuti perkembangan teknologi transportasi. Kutai Timur dinilai siap beradaptasi dengan sistem kendaraan masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam hal pengemudi, Dishub Kutim memastikan bahwa sopir bus berasal dari jajaran Dinas Perhubungan. Namun, pengoperasian bus listrik tidak bisa dilakukan sembarangan karena membutuhkan keahlian dan standar khusus.

Baca Juga  Festival Pesisir di Samboja Dorong Ekonomi Kreatif, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta

Setiap pengemudi diwajibkan mengikuti pelatihan teknis terlebih dahulu sebelum diizinkan mengoperasikan bus listrik. Pelatihan ini mencakup pemahaman sistem kendaraan, keselamatan, hingga penanganan darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operasional bus berjalan aman dan sesuai standar. Dishub menilai kesiapan sumber daya manusia sama pentingnya dengan kesiapan teknologi.

Dari sisi anggaran, bus sekolah listrik ini memiliki nilai investasi yang cukup besar. Harga satu unit bus diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar, namun dinilai sebanding dengan manfaat jangka panjang yang diberikan.

Baca Juga  Teluk Dalam Angkat Kue Keroncong Jadi Daya Tarik Wisata Kuliner, Wujudkan Kampung Jajanan Khas Kukar

Meski harga awal relatif tinggi, pemerintah daerah melihat kendaraan listrik sebagai pilihan ekonomis dalam jangka panjang. Biaya perawatan dan operasional dinilai lebih ringan dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Kalau dilihat dari perawatan, kendaraan listrik jauh lebih sederhana. Komponennya lebih sedikit dan biaya operasionalnya lebih efisien dibandingkan bus konvensional,” kata Abdul Muis.

Ke depan, Dishub Kutai Timur membuka peluang pengembangan armada serupa apabila uji operasional bus sekolah listrik ini berjalan baik. Pemerintah berharap, inovasi ini tidak hanya mendukung dunia pendidikan, tetapi juga menjadi contoh transisi menuju transportasi hijau di Kutai Timur.(ADV)

Bagikan: