Pupuk Kaltim Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Program SAHABAT PEDULI

Media Meratus, Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif di Kota Bontang. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, Pupuk Kaltim menghadirkan ruang interaksi yang lebih ramah, setara, dan mendukung tumbuh kembang anak penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Employee Volunteering Initiation (Evolution) bertajuk Sehari Bersama Teman Hebat untuk Penguatan dan Dukungan Inklusif (SAHABAT PEDULI). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 karyawan Pupuk Kaltim terlibat sebagai relawan untuk mendampingi 50 anak penyandang disabilitas dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bontang.

Program Evolution SAHABAT PEDULI menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan edukatif, mulai dari dinamika kelompok, permainan kebersamaan, kegiatan mewarnai, hingga kampanye simbolis melalui Deklarasi Inklusi Disabilitas. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan rasa percaya diri anak sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial para relawan.

“Perhatian terhadap pendidikan inklusi menjadi bagian penting dari komitmen sosial Pupuk Kaltim dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan setara bagi anak,” ujar VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, saat membuka kegiatan di Gedung Kopkar Pupuk Kaltim, belum lama ini.

Baca Juga  56 Motor Dinas untuk Ketua RT Teluk Lingga, Pemkab Kutim Perkuat Jaringan Aspirasi Warga

Rezha mengatakan, anak penyandang disabilitas membutuhkan ruang tumbuh yang tidak hanya didukung melalui pendidikan formal, tetapi juga lewat interaksi sosial yang positif dan penuh penghargaan. Karena itu, perusahaan menghadirkan program yang tidak sekadar memberikan bantuan, melainkan juga membangun kedekatan emosional dan dukungan sosial secara langsung.

“Pupuk Kaltim memandang pendidikan inklusi tidak hanya bicara soal fasilitas belajar, tapi juga bagaimana menciptakan lingkungan sosial yang menerima, menghargai dan mendukung anak untuk berkembang bersama,” ujarnya.

Melalui Evolution, Pupuk Kaltim juga berupaya menumbuhkan budaya kepedulian di lingkungan kerja dengan melibatkan karyawan secara langsung dalam berbagai aktivitas sosial bersama masyarakat. Para relawan diharapkan tidak hanya menjadi pendamping bagi anak-anak, tetapi juga memahami pentingnya kesetaraan dan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Penanggung Jawab Kades Makarti Sampaikan Apresiasi atas Kepercayaan yang Diberikan

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berpartisipasi di masyarakat. Dan dengan adanya Evolution, interaksi yang dihadirkan menjadi sarana positif baik bagi anak maupun relawan,” lanjut Rezha.

Selain menghadirkan kegiatan pendampingan, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan peralatan multimedia kepada sejumlah SLB di Kota Bontang. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan adaptif sesuai kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

Menurut Rezha, penggunaan media pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak penyandang disabilitas. Oleh karena itu, perusahaan berupaya memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh sekolah dalam kegiatan belajar sehari-hari.

“Lewat bantuan ini, sekolah dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi anak, sekaligus makin memperkuat pendidikan inklusi di Kota Bontang,” tambahnya.

Baca Juga  Satpol PP Kutim Hadir dengan Wajah Baru: Tegas, Santun, dan Melayani

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM), Marwati, mengapresiasi pelaksanaan Evolution SAHABAT PEDULI. Menurutnya, penguatan pendidikan inklusif harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor agar anak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

“Kami mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim menghadirkan ruang interaksi sosial yang sangat berarti bagi anak disabilitas. Pendidikan inklusi harus dibangun bersama agar lingkungan yang ramah disabilitas semakin kuat,” ungkap Marwati.

Ia menilai keterlibatan langsung para relawan perusahaan turut membantu meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama dan layak memperoleh dukungan dari seluruh elemen.

“Anak-anak ini butuh ruang untuk tumbuh percaya diri dan merasa diterima. Saat banyak pihak terlibat dan menunjukkan perhatian, dampaknya sangat positif bagi perkembangan sosial mereka,” pungkas Marwati.

Bagikan: