Dispar Kukar Siapkan Konsep Baru untuk Waduk Panji Sukarame: Wisata, Edukasi, dan Lingkungan Jadi Prioritas

Wisata unggulan waduk panji sukarame, tenggarong. Sumber: mediameratus.com

KUKAR — Waduk Panji Sukarame yang terletak di Kecamatan Tenggarong kini masuk dalam prioritas pengembangan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar). Tak hanya berbenah dari sisi infrastruktur, Dispar Kukar ingin mengubah wajah waduk menjadi kawasan wisata berkonsep terpadu: alam, edukasi, dan sosial.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar, Arianto, menekankan bahwa upaya revitalisasi ini bertujuan untuk memberikan nilai lebih, tidak hanya dari sisi keindahan, tetapi juga dari fungsi edukatif dan sosial. Ia menyebut, perencanaan ini tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“Transformasi ini harus terukur. Karena itu, kami akan melibatkan para ahli di bidang pariwisata dan tata ruang untuk merumuskan konsep yang paling relevan dengan tren wisata saat ini,” ujar Arianto, Jumat (28/3/2025).

Baca Juga  Bupati Kukar Apresiasi Inovasi Gas Metana dari Sampah, Dorong Perluasan ke Wilayah Lain

Rencana pengembangan meliputi penggabungan antara wisata alam dan edukasi lingkungan, serta menjadikan waduk sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat. Waduk ini diproyeksikan menjadi ruang terbuka yang mendukung aktivitas seminar, pelatihan alam, hingga forum komunitas.

Dengan lanskap air yang tenang dan pepohonan rindang di sekitarnya, Waduk Panji Sukarame dinilai memiliki daya tarik visual yang besar. Dispar Kukar melihat peluang untuk menambahkan fasilitas wisata kekinian seperti jalur trekking, area berkemah, serta spot foto tematik yang dapat menarik wisatawan dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda dan keluarga.

Baca Juga  Kukar Perjuangkan Nasib 15 Desa yang Masuk Kawasan IKN

Tak hanya itu, pendekatan ekowisata juga masuk dalam kajian. Konsep ini mengedepankan prinsip pelestarian alam, seperti penggunaan energi ramah lingkungan, pengelolaan sampah terpadu, serta pelibatan masyarakat sekitar dalam menjaga kawasan.

Dispar Kukar juga mempertimbangkan untuk membangun fasilitas edukatif seperti amfiteater alami, aula terbuka, hingga galeri informasi yang menampilkan keanekaragaman hayati di sekitar waduk. Dengan begitu, tempat ini bisa menjadi destinasi edukasi lingkungan yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, dan lembaga pendidikan.

Baca Juga  Kukar Bidik 2 Juta Wisatawan di 2025, Pariwisata Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Namun Arianto tidak menampik adanya sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektor, dan pentingnya dukungan masyarakat lokal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta, akademisi, dan komunitas lokal akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan kawasan ini.

“Tujuan akhir kami adalah menciptakan destinasi yang tidak hanya memikat secara visual, tapi juga membawa manfaat ekonomi dan edukasi bagi warga sekitar. Waduk Panji Sukarame harus menjadi tempat yang hidup dan berdaya,” pungkasnya.(Adv)

Bagikan: