Media Meratus, Kutai Timur – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Timur (Kutim) terus mengejar penyelesaian berbagai paket pekerjaan fisik yang tengah berlangsung pada tahun 2025. Progres terbaru menunjukkan capaian 46 persen, yang dinilai cukup positif mengingat sejumlah kendala teknis masih dihadapi.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Disperkim Kutim, Asran Lode, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan mencakup perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, penataan kawasan kumuh, dan penyediaan rumah layak huni.
“Banyak titik permukiman yang memerlukan perbaikan dasar. Kami bergerak berdasarkan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak,” katanya.
Dari anggaran Rp 1,3 triliun yang tersedia, hanya sekitar Rp 800–900 miliar yang digunakan untuk pembangunan tahun 2025.
Selebihnya digunakan untuk membayar sisa pekerjaan tahun sebelumnya, termasuk proyek-proyek yang belum terselesaikan secara administrasi.
Asran menuturkan bahwa sejumlah pekerjaan mengalami penyesuaian jadwal akibat cuaca dan ketersediaan material. Hal ini membuat beberapa paket harus dikerjakan secara paralel demi mengejar target penyelesaian. Meski demikian, pengendalian mutu tetap menjadi aspek yang terus diprioritaskan.
Pembangunan drainase, yang memerlukan ketelitian teknis cukup tinggi, menjadi sektor yang paling sering mengalami penyesuaian. Ketinggian muka air, struktur tanah, dan curah hujan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
Disperkim memastikan pengawasan dilakukan lebih ketat untuk meminimalkan kesalahan teknis. Pemeriksaan berkala dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan agar hasil sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari pembangunan ini. Karena itu, setiap detail pekerjaan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Asran.
Ia menyampaikan harapannya agar seluruh pihak mendukung kelancaran program pembangunan. Dengan kerja sama yang baik, ia optimistis target penyelesaian dapat dicapai tepat waktu.(ADV)





